OPINI  

Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi Jalan tol di Daerah Gempol-Pandaan

Benhillpos.com | Jawa Timur – Alih fungsi lahan karena adanya pertambahan penduduk merupakan hal yang tidak dapat dielakkan dalam pengembangan wilayah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi penggunaan lain misalnya permukiman, sarana perdagangan dan jasa, industry umumnya terjadi. Kecamatan Pandaan yang merupakan suatu kecamatan yang menghubungkan antara Kota Malang dan Kota Surabaya serta dilewati toll trans Jawa juga mengalami fenomena alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian.

Pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan telah membebaskan lahan seluas 1.027.790 m2. Kecamatan Pandaan adalah wilayah yang paling banyak dibebaskan lahannya yakni atau 482.249 m2 atau 45,92% dari total kebutuhan lahan. Kebanyakan lahan yang dibebaskan adalah lahan pertanian. Dampak dari pembebasan lahan akan sangat berpengaruh pada petani.

Pembangunan infrastruktur khususnya Jalan Tol terus menjadi prioritas Pemerintah dalam menghasilkan infrastruktur jalan bebas hambatan yang ekstensif sehingga nantinya dapat mendongkrak produktifitas melalui transformasi yang bersifat struktural. Secara spesifik, konektivitas Jalan Tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong tranformasi ekonomi menuju ke sektor manufaktur dan jasa.

Peran Penting Konektivitas Jalan Tol Dalam Meningkatkan Sektor Logistik dan Perekonomian di Indonesia

Danang menambahkan, membangun suatu infrastruktur jalan, tidak hanya sekedar mewujudkan sebuah asset, namun juga harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang berkelanjutan. Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia pada tanggal 14 Juli 2019 lalu, yang salah satunya menyatakan bahwa “kita akan sambungkan infrastruktur besar dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, dengan industri kecil, dengan Kawasan Ekonomi Khusus, dengan kawasan pariwisata, kawasan persawahan, kawasan perkebunan dan tambak-tambak perikanan” sebutnya.

Wilayah Indonesia telah menghasilkan infrastruktur konektivitas yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan daerah. Manfaat pembangunan infrastruktur jalan harus terfokus pada investasi, baik investasi Pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek-proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) seperti di Jalan Tol.

“Manfaat lainnya terhadap pembangunan jalan tol, dapat memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan yang lebih matang sehingga membuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” tegas Menteri Basuki.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, keberadaan jalan tol juga bisa mendatangkan akses ekonomi baru, mulai dari wisata dan budaya di daerah setempat. Masyarakat juga merasakan manfaatnya dan menggunakan jaringan jalan ini pada saat perayaan hari lebaran, libur natal, dan tahun baru bersama keluarga dengan lebih nyaman.

Kehadiran jalan tol juga dapat mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di Rest Area tol. Produk yang ditawarkan tersebut merupakan hasil buah tangan setiap UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) milik masyarakat yang terpajang hingga kuliner khas daerah setempat juga disajikan bagi pengendara yang melintas.

Hal ini menjadi aspek penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di setiap daerah dengan menciptakan lahan-lahan usaha baru dalam rangka pemerataan ekonomi.yang semakin baik dengan hadirnya jalan tol. 74 Tahun Indonesia “SDM Unggul, Indonesia Maju”, gelorakan semangat pembangunan, guna menghasilkan hasil nyata untuk Indonesia yang semakin baik di masa depan. ( Red )

Penulis : Yanti Ayu Maulida
(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Program Studi Administrasi Publik Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!