DAERAH  

Aset Desa Karangreja Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon Menyusut Drastis

Benhillpos.com || Kabupaten Cirebon – Kepala desa Karangreja kecamatan Suranenggala kabupaten Cirebon sampai saat ini belum menerima laporan pertanggungjawaban atas keberadaan aset desanya dan juga pelaporan keuangan desa Karangreja pada periode sebelumnya. Jumat ( 14 – 01 – 2022 ).

Toyana / Bobit selaku kepala desa Karangreja kecamatan Suranenggala kabupaten Cirebon menerangkan bahwa dirinya sampai saat ini belum menandatangani serah terima jabatan dan juga pertanggungjawaban aset desa dari kepala desa sebelum nya yang di jabat oleh Taufik Maid Asikin dan juga pejabat kepala desa

“Saya tidak menolak acara sertijab pada Minggu lalu hanya saja saya mempertanyakan aset apa saja yang di serahterimakan di masa pemerintahan sebelumnya, ke pemerintahan yang saya pimpin. Karena ini berkaitan dengan tanggung jawab saya sebagai pimpinan dan juga pertanggungjawaban saya kepada masyarakat desa Karangreja,” jelasnya.

Di tambahkan oleh nya “Seperti yang kita ketahui bahwa Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan Aset Desa berwenang dan bertanggungjawab atas pengelolaan Aset Desa yang selanjutnya disebut pengelola Aset Desa”.

Setelah di inventarisir selama kurang lebih satu Minggu ini ternyata aset desa banyak yang menyusut sesuai dugaan nya sebelum dirinya di Lantik, hal tersebut di ketahui nya hasil dari penelusuran langsung dan keterangan dari beberapa warganya yang mempertanyakan aset desa yang berada di balai desa yang di nilai oleh mereka tak lazim.

Kuwu Toyana juga menambahkan, pihaknya tidak ingin mencari-cari kesalahan pemerintahan desa sebelumnya. Hanya saja ia ingin adanya sebuah perubahan terkait sistem administrasi di desa Karangreja agar lebih tertib, transparan dan bertanggung jawab.

“Saya sebagai pimpinan baru di desa Karangreja, ingin dimasa pemerintahan saya semuanya sudah clear. Baik yang berkaitan dengan pekerjaan kuwu sebelumnya, pengelolaan anggaran desa dan juga semua aset desa yang ada. Karena itu tanggung jawab kuwu yang lama, bukan tanggung jawab saya sebagai kuwu yang baru,” tegasnya.

BERITA TERKAIT :  Keren RSUD Arjawinangun Punya Ruang Perawatan ODGJ

Ia juga mengungkapkan, pada sertijab tersebut ia belum bisa menerima seluruhnya aset desa yang diserahkan oleh pemerintahan sebelumnya. Karena menurutnya, masih ada beberapa persoalan yang belum jelas penyelesaiannya, seperti satu unit kendaraan roda dua berupa honda win yang unitnya tidak ada dan aset – aset lainnya yang keberadaanya masih ditelusuri.

“Saya sangat menyadari bahwa roda pemerintahan di desa Karangreja harus terus berjalan. Karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat, jadi tidak boleh berhenti. Maka dari itu saya sebagai kuwu juga meminta kepada pak Camat sebagai pembinanya kuwu untuk membantu dan menyelesaikan persoalan aset desa Karangreja ini,” imbuhnya.

Hingga saat ini Toyana / Bobit selaku kepala desa yang baru menjabat hasil pemilihan kepala desa November 2021 yang lalu belum menanda tangani serah terima jabatan yang semestinya di laksanakan seminggu yang lalu.

Dan dirinya akan melaporkan kepada aparat penegak hukum termasuk inspektorat kabupaten Cirebon, karena sesuai amanat masyarakat desa nya agar menjaga dan merawat serta memajukan desanya kearah lebih baik lagi.

Sementara itu, Camat Suranenggala, Masrukhin menyambut baik keinginan dari kuwu Karangreja terkait penyerahan aset desa yang transparan dari pemerintahan sebelumnya. Karena menurutnya, sudah menjadi kewajiban kuwu untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya selama 6 tahun sampai dengan masa jabatannya berakhir.

“Terkait pertanyaan pak kuwu yang mempertanyakan soal aset desa, menurut saya itu hal yang wajar. Karena kuwu yang baru tentunya akan mempertanyakan, aset-aset apa sih yang ada. Nanti insyallah bareng-bareng akan kita fasilitasi. Perangkat desa yang lama akan kita pertanyakan belanja modal apa saja selama 6 tahun itu,” jelas Camat.

Camat juga meminta kepada pemerintah desa yang lama agar menginventarisir aset-aset desa yang terbaru. Menurutnya kalau nanti tidak ada asetnya atau lain sebagainya, bukan tanggungjawabnya kuwu yang baru, tetapi tanggungjawabnya kuwu yang lama.

BERITA TERKAIT :  Pembagian BLT-DD Tahap III Tahun 2022 Desa Tugu Mulyo

“Kuwu yang baru tidak bertanggungjawab atas segala sesuatu yang tidak diperbuatnya. Kuwu yang baru itu bertanggung jawabnya mulai dari setelah dilantik sampai dengan 6 tahun kedepan,” terangnya.

Camat juga menghimbau kepada masyarakat desa Karangreja untuk sama-sama membangun dan menjaga kondusifitas di desa Karangreja. Ia berharap jangan ada lagi konflik baik, antara calon yang satu dengan calon yang lain, semuanya sudah selesai.

“Pemilihan kuwu sudah selesai. Sekarang saatnya membangun desa agar lebih maju lagi kedepannya. Jangan sampai ada lagi konflik karena berbeda pandangan. Namanya warga, semuanya itu bersaudara. Semua masalah pasti ada solusinya. Jadi mari sama-sama menjaga kondusifitas untuk kemajuan desa Karangreja 6 tahun kedepan,” pungkasnya.

( Sendi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!