OPINI  

Dampak Krisis Covid-19 Terhadap Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Benhillpos.com | Sidoarjo – Pandemi Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (Bahasa Inggris: Coronavirus disease 2019, disingkat Covid-19) di seluruh dunia untuk semua Negara. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Corona jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah Covid-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.

Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas. Kemudian Pemerintah menerapkan kebijakan physical distancing dan menganjurkan work from home demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Dengan diterapkannya kebijakan physical distancing ini, maka aktivitas di luar rumah sangat dibatasi, sehingga mengakibatkan berbagai sektor bisnis mengurangi atau bahkan menghentikan aktivitasnya hingga waktu yang belum ditentukan.

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan terhadap indonesia. COVID-19 telah menjangkiti lebih dari 1,3 juta orang. upaya untuk menghambat penyebaran virus COVID-19 telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat.

Presiden Indonesia Joko Widodo menekankan yang pertama perlu segera dibangun adalah arsitektur sistem ketahanan Kesehatan Global yang baru. Karena sistem Kesehatan antar negara berhubungan erat, terutama di masa Pandemi ini. Hal yang kedua yang disampaikan Presiden Jokowi, adalah bahwa perlu segera dibangun mekanisme global untuk sumber daya kesehatan yang bisa diakses oleh seluruh negara, terutama negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis kesehatan. Ketiga yang disampaikan Presiden Jokowi adalah perlunya menyusun protokol kesehatan standar agar semua aktifitas global baik itu transportasi, pertemuan, atau acara-acara lainnya bisa mengikuti standar protokol yang sama.

Dampak Pandemi Covid-19 bagi Perekonomian Indonesia
Melemahnya konsumsi rumah tangga atau melemahnya daya beli masyarakat secara luas. PPKM yang terus berlanjut dengan berbagai aturan pengetatan menghambat masyarakat untuk beraktifitas ekonomi.

Menurunnya angka Investasi diberbagai sektor usaha. mengakibatkan banyak masyarakat yang ragu untuk memulai investasi. Sehingga dapat mengakibatkan dunia usaha tidak bergerak seperti yang diharapkan.

Melemahnya perekonomian daerah dan nasional. Akibat dari adanya Penurunan penerimaan pajak, dan keterlambatan pertumbuhan ekonomi.

Pergeseran pola bisnis dan penerapan bisnis model yang tidak biasa. Akibat dari adanya Pembatasan akses mobilitas masyarakat untuk bertemu dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan bisnis/ekonomi yang mengakibatkan tumbuhnya pergeseran bisnis model yang ada saat ini.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pandemik covid-19 mendorong semua orang untuk tidak lagi beraktivitas secara konvensional. Akibat dari adanya Pembatasan pertemuan, pembatasan aktivitas berkerumun, yang menjadi pemicu perlu adanya inovasi dengan pemanfaatan teknologi.

Bagi Indonesia, dampak Covid-19 terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi. Dalam paparannya di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, laju kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional 2020 tercatat minus 2,07%. Level ini menunjukkan Indonesia memiliki level kontraksi ekonomi yang moderat yang terdampak pandemi Covid-19.
Dampak Covid-19 yang sampai menimbulkan kontraksi ini disebabkan karena tiga hal, yaitu Penurunan daya beli, Ketidakpastian investasi, dan Penurunan harga komoditas. Dari sisi daya beli, pemerintah menyebut kemampuan konsumsi masyarakat saat ini melemah karena pendapatan menurun. Penurunan pendapatan ini salah satunya akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak Covid-19.

Sejak awal kemunculan pandemi Covid-19, Pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan, yang pada akhirnya sedikit mampu meminimalisir dampak Covid-19. Kebijakan yang dikeluarkan adalah Program Penanganan Pandemi Covid-19 dan PEN (PCPEN). Program ini mencakup enam klaster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta insentif usaha yang menjadi fokus penanganan krisis, dengan anggaran Rp 695,2 triliun sepanjang tahun lalu. ( Red )

Penulis : Indah Munfaati
Nim :202020100013
(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Program Studi Administrasi Publik Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!