DAERAH  

Diduga Pasien Salah Diberi Obat, Dinas Kesehatan Segera Panggil Pengelola Klinik Sehat

Benhillpos.com | BEKASI – Dengan keberadaan Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel yang beralamat di Jalan Raya Sukatani, Kecamatan Sukatani, bahwa diduga salah memberikan obat kepada Bayi berinisal AA yang berusia 6 Bulan anak dari Ibu DS warga Kecamatan Sukatani.

Menurut pengakuan DS sebagai orang tua mengatakan bahwa, Saya membawa Anak berobat ke Klinik Sehat
dr. Edu William Nataniel yang beralamat di Jalan Raya Sukatani, Kecamatan Sukatani, bahwa awalnya si Dede batuk berkepanjangan sampai badanya kurus, terus Saya Rongsen dan hasil Rongsen Saya bawa ke Klinik Sehat, dari Klinik bilang ini cuma bakteri paru-paru, jadi gak terlalu parah dan gak perlu berobat jalan,” kata DS.

“Setelah dikasih obat dari Klinik, pemakaian selama 3 sampai 4 Hari munculah bintik – bintik merah di tangan dan langsung obat di Stop, setelah Dua Hari di Stop, Mata anak Saya mulai kuning sampai belekan parah dan keluar Nanah dan Darah,” ujar DS sebagai orang tua, selasa 15.02.2022.

“Menurut keterangan RSUD Kabupaten Bekasi, bahwa Anak Saya kena infeksi Paru – paru dan Mata, karena Pembuluh Darah kulitnya juga sudah pecah, jadi seluruh badan Anak Saya kaya orang kebakar,” papar DS melalui WhatsAap.

Saat Wartawan melakukan konfirmasi kepada pihak Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel, senin 14/20 di Jalan Raya Sukatani, Bowo sebagai Kasir di Klinik Sehat telah memberikan keterangan mengatakan, bahwa dengan adanya Pasien bayi bersama orang tuanya datang ke Klinik Sehat dan Pasien membawa hasil rongsen serta di lihatkan ke dokter, dokter mengatakan hasil rongsen yang di bawa orang tua bayi penyakit anaknya paru – paru, lantas dokter memberikan obat sesuai dengan penyakit anak tersebut dan sesuai berat badan serta keluhan, lantas di beri obat oleh dokter pasien langsung pulang,” kata Bowo.

BERITA TERKAIT :  Mantan PJS Ujung Ale Kecamatan Tebing Tinggi Buka Suara Tentang Dugaan Tilap Dana BLT DD dan di Duga Korupsi Dana Angaran Jembatan Gantung 2022 

Bowo memaparkan, waktu saat pasien datang dalam pemeriksaan dokter ada saksi bidan, setelah dokter memberikan obat dan dokter bilang kalau besok ada terjadi apa-apa langsung kabari, karena waktu itu pasien datang berobat ke Klinik pada jumat tanggal 28 Januari 2022, namun setelah beberapa hari setelah berobat orang tua pasien baru memberi kabar sudah beberapa hari setelah berobat,” jelas Bowo pada Wartawan.

Saat Wartawan menayakan dokter yang kerja Praktek di Klinik Sehat, malah Bowo di tanya seolah-olah ada dugaan sesuatu yang disembunyikan oleh Bowo, bahwa dokter yang memeriksa pasien waktu itu tidak dapat di jelaskan Bowo dan disuruh menghubungi Bambang sebagai Asisten di Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel tersebut, dan tiba-tiba Bowo memberikan no tlp Bambang sebagai Asisten Klinik Sehat kepada Wartawan.

Saat Wartawan menghubungi melalui WhatsAap, Bambang sebagai Asisten Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel tidak menjawab dan juga tidak membalas, namun setelah memakai hp no. Whastaap Bowo, barulah Bambang dapat di ajak bicara melalui WhastAap, dan Bambang mengatakan, bahwa dirinya tidak mau dikonfirmasi Wartawan dan ini adalah Kode Etik, bahwa dirinya tidak bisa memberitahukan karena ini Kode Etik, “No Comen”, kata Bambang diujung tlp WhatsAap.

Dengan adanya Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel yang diduga salah memberikan obat kepada Pasien Bayi, bahwa seorang dokter dan Asisten Pemilik Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel yang diduga
tidak mau di konfirmasi oleh Wartawan sehingga berita ini diterbitkan, agar Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dapat menilai kinerja seorang oknum dokter bekerja di Klinik Sehat dr. Edu William Nataniel yang beralamat di Jalan Raya Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. (Suryanto)

BERITA TERKAIT :  Masyarakat Meminta Bupati Kerinci, Copot Kabid Tanggap Darurat BPBD Terkait Abaikan Amanah Bupati Kerinci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!