NASIONAL

Ketua Presidium FPII Kasihhati Minta Tangkap Atas Penganiaya Terhadap Wartawan, Oknum Ormas Bekingi Sang Kades

Benhillpos.com | Karawang – Setelah kejadian di Simalungun Sumatera Utara, Wartawan di Tembak Mati, dan di Gorontalo Wartawan di Bacok OTK, kini intimidasi dan penganiayaan yang menimpa wartawan di Majalengka Jawa Barat, yang menurut Video yang beredar, Persekusi, Intimidasi dan penganiayaan menimpa Sulaeman Wartawan dari Media Tabloid Cetak dan Online Fokus Berita Indonesia (FBI) dan Wartawan Warta Jabar.

Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII),Kasihhati, yang merupakan Organisasi Pers yang dikenal sering mengkritisi tindakan kriminalisasi terhadap Jurnalis (Wartawan) dalam melaksanakan kegiatan Jurnalistiknya juga angkat suara menyikapi kejadian yang dialami beberapa Jurnalis baik dari media cetak,onaline, dan yang lainya.

Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII),Kasihhati,

Sabar aman marpaung saat aksi unjuk rasa damai baru-baru ini.Di kab bogor dikeroyok dan dipukuli, oleh karna itu FPII mengecam keras perlakuan oknum oknum yang notabene bodyguard, dari Bupati Bogor kepada wartawan,saat ini masalah tersebut sedang ditangani Polres Kab Bogor, semoga Polres Kab Bogor bertindak sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih.

Tindak kekerasan yang dilakukan berupa perampasan alat kerja Jurnalis, intimidasi dan caci maki dari oknum Ormas Pemuda Pancasila (PP) baru-baru ini di Majalengka terhadap Soleman wartawan Fokus Berita Indonesia, yang hanya ingin konfirmasi ke Kepala Desa, diperlakukan seperti maling oleh ormas pemuda pancasila yang tidak dimengerti apa kapasitas mereka disitu.

Selain itu juga ada percobaan pembunuhan wartawan di Binjai, yang saat ini para pelaku sudah diamankan oleh pihak yang berwajib.

Bukan cuma itu, Mara Salem Harahap wartawan media on-line dibunuh karena pemberitaan, yang pelakunya sudah diamankan oleh pihak kepolisian,

Kekerasan masih saja dilakukan,” ujar Kasihhati, dalam keterangan resminya, selasa (29 Juni 2021). Menurutnya, tindak kekerasan berupa perampasan alat kerja, pemukulan, kriminalisasi dan intimidasi menandakan banyak orang belum mengerti bahwa dalam bertugas wartawan dilindungi Undang Undang Pers NO.40 tahun 1999 dan juga dilindungi Undang undang Dasar 1945, sebagai warga negara Indonesia, kekerasan terhadap jurnalis (wartawan ) harus dihentikan; ujar Kasihhati.

BERITA TERKAIT :  Vaksin PMK Selamatkan Peternak dari Kerugian

Lanjutnya, aparat harus bertanggung jawab penuh atas tindakan oknum oknum yang dinilai sudah keterlaluan melampaui batas kewenangan di lapangan. Kami kan bukan teroris, bukan musuh, bukan kriminal, kami hanya menjalankan tugas, yaa, jangan main dihantam dong, jangan represif kepada kami, pinta Kasihhati.

Kasihhati pun meminta Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit agar segera memerintahkan jajarannya dibawah untuk melindungi insan pers yang terluka dan tersakiti oleh oknum oknum yang merasa kebal hukum dan tidak bertanggung jawab.

Kapolri juga harus menindak tegas jika anak buahnya di lapangan yang telah berlaku keras dan arrogant kepada jurnalis; terang Kasihhati.

Kasihhati menegaskan, pihaknya sebagai salah satu organ yang menaungi Jurnalis dan Perusahaan Pers mendesak Polri untuk menyelesaikan persoalan kekerasan yang dilakukan oknum oknum di lapangan.

Berikut adalah pernyataan sikap Presidium FPII:

1. Copot Kapolres atau kapolda yang tak mampu melindungi jurnalis saat bekerja di lapangan.

2. Pecat oknum aparat yang terbukti melakukan kekerasan terhadap Jurnalis yang sedang bekerja.

3. Terapkan pasal 18 dalam UU Pers No. 40 thn 1999 terhadap siapapun yang berani menghalang-halangi tugas Jurnalis. Hal ini sebagai efek jera dikemudian hari.

4. Hentikan perampasan alat kerja jurnalis dan tindak kekerasan lainnya. Jurnalis dilindungi Undang Undang Pers No.40 thn 1999 dalam menjalankan tugas, jadi tolong pahami itu. Mari kita saling menghargai dalam melaksanakan tugas masing-masing,

5. Hukum seberat berat nya Pelaku maupun Dalang dari Penganiaya dan Pembunuh wartawan.

Hukum adalah Panglima tertinggi tidak ada orang yang kebal hukum , oleh sebab itu jangan bertindak semaunya dengan main hakim sendiri; Pungkas Kasihhati. ( Suryanto )

Bagikan :

Related posts

Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Kapolri: Kita Kehilangan Tokoh dan Bapak Bangsa

Daniel Manurung

Mendagri Apresiasi Capaian Realisasi APBD di 15 Daerah

Daniel Manurung

Kapolri Terbitkan Surat Telegram Terkait Penegakan Hukum Masa PPKM Darurat

Daniel Manurung

Leave a Comment

error: Content is protected !!