Malam Pergantian Tahun Baru, Banjir Melanda 8 Desa Di Kecamatan Bonatua Lunasi

Benhillpos.com | Toba – Malam Pergantian Tahun Baru dan Hari pertama tahun 2022 tak dibuka dengan senyum bahagia. Tak ada sisa tawa gempita dari pesta malam pergantian tahun ketika bencana datang diam-diam.

Banjir besar melanda di 8 Desa di Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (31/12) sekira Pukul 17.30 Wib

Hujan deras yang turun sejak sore hari dan nyaris tak berhenti hingga malam hari membuat sungai meluap. Debitnya yang tinggi membawa serta ribuan kubik ke permukiman.

Banjir ini di akibatkan karena meluapnya Sungai Aekmandosi dan di susul hujan deras yang mengguyur wilayah kecamatan Bonatua Lunasi selama 4 Jam.

Hingga semalam belum diperoleh angka pasti besarnya kerugian serta rumah penduduk yang tergenang akibat banjir  tersebut.

Untuk menyelamatkan para penduduk yang terperangkap banjir, khususnya di Desa Silamosik 2 Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba, Anggota DPRD Toba Walmen Butar Butar beserta Kapolsek Lumban Julu AKP Robinson Sembiring SH mendatangi dan memantau langsung ke lokasi tersebut.

Kapolsek Lumban Julu AKP R Sembiring

AKP Robinson Sembiring pun menghimbau warga agar tidak Menyeberangi Jalan yang telah Digenangi air deras akibat banjir dan warga di arahkan agar Berkumpul di salah satu Rumah warga yang halaman rumahnya cukup tinggi demi keselamatan bersama menunggu airnya surut.

Dari 8 desa yang dilanda Banjir di duga tercatat desa yang paling terparah, yakni Desa Silombu, Desa harungguan dan Desa Silamosik 2.

Di tiga desa tersebut hampir seluruh warga was was, karena ketinggian air mencapai 0,75 sampai 1 meter, dan sejauh ini belum ditemukan adanya Korban jiwa akibat Banjir, sedangkan sejumlah Rumah yang digenangi air akibat Banjir belum bisa diperkirakan kerugian.

BERITA TERKAIT :  Polda Sumut Siapkan Tim Trauma Healing Bagi Masyarakat Terdampak Gempa

Salah satu Warga Desa Silamosik 2 yang tidak bersedia disebut namanya saat dikonfirmasi Benhillpos.com  berharap, agar pemerintah Kabupaten Toba segera Menindak para Perambah Hutan baik perusak Pohon Pinus yang mengambil Getahnya hingga Pohonnya mati, serta Galian C yang selama ini Diduga Berkeliaran yang menyebabkan tidak adanya penahan air di Gunung ketika Hujan.  ( DNM / RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!