HOME  

Naiknya Minyak Goreng Membuat Resah Warga

Benhillpos.com | Sidoarjo – Pada saat ini minyak goreng terus melonjak pada tanggal 30 desember harga minyak bermerek sekitar 20.000/kg. namun, pada bulan januari harga minyak meningkat sebesar 20.800/kg.

Hal ini membuat masyarakat resah. Karena minyak juga merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini tertama yang paling terdampak penjual yang menggunakan minyak untuk barang dagangannya.

Seperti halnya salah satu pedagang ayam geprek yang mengeluh akibat naiknya minyak goreng sehingga dia harus menggunakan tepung sedikit untuk mengurangi resapnya minyak dalam ayam gepreknya.

Dilansir dari CNBC Indonesia melonjaknya minyak goreng disebabkan karena lonjak nya kenaikan harga minyak nabati dunia.

Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi US$ 1.340/MT. Kenaikan harga CPO ini menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

Selain itu Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama harga minyak goreng terus merangkak naik. Pasalnya akibat Covid-19 produksi CPO ikut menurun drastis, selain itu arus logistik juga ikut terganggu.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menyebut turunnya pasokan minyak sawit dunia seiring dengan turunnya produksi sawit Malaysia sebagai salah satu penghasil terbesar.

Akhirnya pada tanggal (13/01/2022) pemerintah meluncurkan program minyak goreng sehrga 14 ribu dan holding BUMN pangan ID food yang diluncurkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penyataan tersebut di sampai kan oleh Menteri Perdagangan.

Di sidoarjo sendiri sudah mengadakan minyak goreng seharga 14 ribu di 6 tempat yang tersebar di sidoarjo, banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk membeli minyak tersebut bahkan rela antri untuk mendapatkan minyak goreng murah akan tetapi warga hanya di batasi untuk membeli minyak goreng sebesar 2kg saja. Hal ini dilakukan selain untuk menjaga keterjangkauan dan kesedian minyak goreng bagi masyarakat juga merayakan hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke 163.

Farida Rokhmah Jurusan Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!