OPINI

Peran Ibu-Ibu Bhayangkari di Lingkungan Asrama Polri Pusdik Sabhara

Benhillpos.com | Jatim – Bhayangkari merupakan organisasi perkumpulan istri-istri para Anggota Polri yang suami nya berdinas di kesatuan daerah maupun wilayah. Pada tanggal 19 Oktober 1952 dilaksanakan konferensi istri polisi yang diwakili oleh 27 perwakilan daerah dimana telah diputuskan untuk bergerak maju untuk menjadi organisasi tunggal dimana pada hari itu juga ditetapkan sebagai hari anak-anak anggota polisi.

Seperti keterangan penjelasan diatas, keaktifan anggota mengenai keorganisasian Bhayangkari di lingkup Asrama Polri sangat baik dengan penuh keikhlasan menjalankan tugas nya selain sebagai ibu rumah tangga juga mengayomi masyarakat dengan anggun dan kharismatik nya, anggota / tim juga saling bertanggung jawab dengan menjalankan masing-masing tugas nya. Organisasi tersebut tidak hanya bergerak sebagai pengurus administrasi atau keuangan di Asrama, akan tetapi juga ada kepengurusan yang membantu mengelola sekolah-sekolah Bhayangkari yang ada di wilayah Porong. Sekolah ini juga diawasi dan diurus langsung oleh Yayasan Kemala Bhayangkari itu nama sebutan untuk pengurus Bhayangkari yang memegang kepengurusan sekolah Bhayangkari. Ada banyak macam sekolah mulai dari sekolah dini hingga menengah atas, PAUD, SD, SMP, SMA Bhayangkari Porong dimana sekolah tersebut dikelola oleh para pengurus Bhayangkari seperti menyiapkan seragam untuk murid baru yang akan di didik di sekolah, mengatur keuangan serta pengeluaran sekolah, perlengkapan dan fasilitas di Sekolah, pembangunan serta peresmian sekolah.

Adapula giat asrama yang dilakukan ketika salah satu anggota atau keluarga anggota tersebut ketika mengalami kesusahan, sakit atau sedang berduka cita, Organisasi tersebut turun langsung untuk ikut serta membantu secara dukungan dan materi. Kepengurusan Bhayangkari ini dipimpin oleh istri dari pimpinan Kepala Pusdik / Asrama Pusdik Sabhara serta anggota dari istri-istri para Anggota yang berdinas di Asrama Pusdik Sabhara.

Dalam hal ini, adanya upaya yang terus dijaga untuk mencapai kesejahteraan bersama, yaitu:Saling adanya komunikasi antar anggota/tim yang bertugas, kedisiplinan, kejujuran, saling bertoleransi, menghargai serta tidak pandang bulu mengenai jabatan. Kesimpulan nya, organisasasi Ibu-Ibu Bhayangkari di wilayah ini sejauh ini sangat baik dan perlu selalu dijaga keharmonisan dan kerukunan, saling tolong menolong dan gotong royong menjadi pedoman organisasi tesebut sampai saat ini. Tidak hanya itu saja, kita sebagai anak-anak dari Anggota juga saling menjaga kerukunan dengan diadakannya kumpulan sejenis Karang Taruna, akan tetapi kami menyebutnya Remaja Bhayangkara yang juga membantu mengurus acara yang diselenggarakan di Asrama. Seperti jalan sehat, lomba 17 Agustus-an, Kurbanan dan masih banyak lagi. ( Red )

Karinda Wustoto
212020100080
Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Bagikan :

Related posts

3 Faktor Penunjang Keberhasilan Organisasi

Daniel Manurung

Candi Borobudur Di Antara Keuntungan dan Kelestarian

Daniel Manurung

BOLEHKAH POLISI MELAKUKAN PEMERIKSAAN HP SESEORANG, SIMAK ATURANNYA SESUAI UNDANG-UNDANG

Sendi Eka Kurniawan

Leave a Comment

error: Content is protected !!