Benhillpos.com | DAIRI – Ekosistem kewirausahaan di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, kini semakin kuat. Sebanyak 80 pelaku UMKM lokal telah menyelesaikan program pembinaan intensif, Dairi Camp Preuneur 2025, yang puncaknya ditandai dengan peresmian Pojok UMKM Kabupaten Dairi. Fasilitas ini dirancang sebagai pintu gerbang bagi produk-produk UMKM lokal untuk masuk dan bersaing di jaringan pasar modern.
Closing Ceremony dan peresmian ini digelar pada Selasa (18/11/2025) di pelataran parkir Toko Ritel, di depan Kantor Bupati Dairi.
Sebelum memulai Peresmian ini, Sanggar Tari Nauli Dancer yang juga Mitra Plut Expo UMKM Dairi Turut menghibur para undangan dengan tarian Khas Suku Pakpak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Charles Bantjin, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan optimisme Pemkab Dairi terhadap potensi UMKM lokal.
Sekda Charles Bantjin menegaskan bahwa Dairi Camp Preuneur merupakan wadah pembinaan, pendampingan, dan pelatihan yang intensif.
“Kami yakin UMKM Dairi akan mampu bersaing bila diberi ruang seperti ini. Pemerintah hadir ingin menghadirkan ekosistem kewirausahaan yang siap bersaing secara branding, pemasaran, dan inovasi,” ujarnya.
Sebanyak 80 UMKM yang lulus telah melalui serangkaian proses ketat, mulai dari pelatihan, monitoring, workshop, pitching, hingga business matching, menjamin produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan daya saing.
Peran strategis untuk memastikan produk-produk ini benar-benar diserap pasar dipegang oleh sektor swasta. Richard Eddy M Lingga, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Cabang Kabupaten Dairi, menjadi tokoh kunci dalam inisiasi ini.
Richard Lingga secara langsung mengawal Launching produk UMKM ini yang bertujuan tunggal: meningkatkan pasar produk UMKM di Kabupaten Dairi.
“Semoga UMKM di Dairi lebih berkembang lagi, dengan adanya kolaborasi dengan Ritel,” ungkap Richard Lingga, menegaskan komitmen ritel modern untuk membuka rak pajang bagi produk lokal.
Kehadiran perwakilan ritel besar, seperti Pimpinan PT Indomaret Purwanto Wahyudi dan Pimpinan Alfagroup Josia Obed Nego, semakin mempertegas peluang besar bagi UMKM Dairi untuk tembus pasar modern.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Asisten Deputi Rantai Pasok UMKM Kemendag RI, Pristianto, memberikan apresiasi tinggi, menyebut kegiatan ini sebagai kolaborasi luar biasa.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa… karena kesatuan pikir yakni Produk UMKM dapat mengisi pasar modern,” jelas Pristianto, yang turut menyampaikan tiga fokus utama Kemendag RI: pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan menembus pasar ekspor bagi UMKM.
Peresmian Pojok UMKM Dairi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat, memastikan 80 UMKM tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Hadir dalam kegiatan ini, Kadisperindagkp, Fatimah Boang Manalu, Direktur Bina Usaha Kemendag RI, Septo Soepriyanto, DPP Aprindo, Jhon Ferry, Ketua DPC Aprindo Dairi, Richard Lingga, Pimpinan PT Indomaret, Purwanto Wahyudi, Pimpinan Alfagroup, Josia Obed Nego, Pinca Bank Sumut, BRI dan BNI, Ketua Plut, Manarsar Siburian, para pelaku UMKM Dairi dan undangan lainnya. (JS).
















