DAERAH  

SIDANG KE LIMA ATAS GUGATAN WARGA DI PN LUBUK PAKAM PADA PTPN II TERKAIT KASUS PENGGUSURAN DAN PENGHANCURAN PAKSA TAK KUNJUNG ADA RESUME, PTPN II BELUM TUNJUKKAN KLAIM HGU 111

Benhillpos.com | Medan – Sidang ke 5 (Lima) pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2022 atas gugatan warga Di PN Lubuk Pakam pada PTPN II atas Kasus Penggusuran Dan penghancuran paksa tak kunjung ada resume dan PTPN II belum menunjukkan klaim HGU 111.

PN Lubuk Pakam

Sehubungan dengan peristiwa Penggusuran dan Penghancuran Paksa atas tanah dan pemukiman warga di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli dan di Desa Seampali Kecamatan Percut Sei Tuan ,Kabupaten Deli Serdang yang saat Penghancuran di lakukan dan di back up oleh TNI ,Satpol PP Deli Serdang dan Puluhan Satpam bahkan preman yang kemudian berujung laporan warga ke Poldasu ( belum ada perkembangan ke tingkat penyidikan / beku) dan juga sampai pada gugatan ke PN Lubuk Pakam.

Ada beberapa hal yang menurut Fadli Kaukibi SH , Cn ( Ketua Format PKD Deli Serdang sekaligus Praktisi/Akademisi di bidang Pertanahan)

Bahwa Kegiatan Penggusuran dan Penghancuran itu ada nuansa indikasi bukan sebatas Pelanggaran Peraturan atau Penyalahgunaan Kekuasaan saja tapi sebenarnya sudah menjurus ke makar pidana khusus ..

Karena Pertama penggusuran dan penghancuran paksa itu didasarkan atas Klaim HGU yang di mana di atas Plank tersebut tidak tercantum atas Rekomendasi Kakanwil Pertanahan atau Meneg Agraria dan Tata Ruang ,jadi sangat kuat indikasi dasar Tindakan aparat yang ikut dan turut serta dalan penghancuran penggusuran paksa adalah atas dasar HGU ASPAL..

Jadi Penggusuran Paksa di mana turut serta Puluhan TNI , Satpol PP Deli Serdang dan Satpam serta Preman jika atas dalih HGU itu TERNYATA ASPAL dan atau atas Rekom Bupati Deli Serdang 725 pada PT.NDP dan Ciputra maka itu lebih tepat disebut tindakan Ala Hukum Rimba ,Bar Bar, macam kembali abad 18 ,ketika rakyat melawan kegilaan Konglomerat Eropa mirip juga ,hanya bedanya kini melawan sesama pribumi atas kepentingan Konglomerat Timur Asing China / Taipan.

BERITA TERKAIT :  Roadshow Radio Kardopa Ke 49 Tahun, Kardopa Gelar Kunjungan Perdana Ke PSD 

Kedua, jika kita amati penghan curan tersebut dengan dalil ya apa namanya rekanan ,KSO , PTPN II dengan PT. Nusa Dua Property dan PT. Ciputra atas Rencana Kota Deli Megapolitan dengan dalil HGU atau atas dasar Izin Peruntukan /Izin Lokasi atau izin izin suka hati lah. Apalah namanya seluas 725 hektar maka jelas itu NGINJAK NGINJAK ATURAN HUKUM tentang Izin Lokasi yang dari dulu hingga kini..

Kegilaan dan kebiadaban ini pernah terjadi di Desa Bandar Klippa ,Kec.Percut Sei Tuan dengan HGU ASPAL lalu rakyat di berondong senjata hingga rompal rahang dan cacat sampai saat ini.

Pak Pangdam I BB dan Pak Gubsu masih ingat dulu kami sekolah di ajarkan sejarah Laskar Janur Kuning bersatunya rakyat dengan TNI untuk menunjukkan Bangsa Indonesia sanggup mengusir Penjajah Belanda ( 163 IS Eropa level 1 ,Timur Asing China Taipan level 2 dan Pribumi tu level 3 terendah)

Laporan Rakyat ke Poldasu macam beku dan Gugatan ke PN Lubuk Pakam dah 5 kali panggilan Sidang tapi pihak PTPN II yang katanya PEGANG HGU 111 Otentik dan tercantum di Plank namun TAK KUNJUNG buat RESUME. ( Netti )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!