DAERAH  

Wakil Walikota Surabaya Bersama DPRD Komisi D Hadiri Jaring Aspirasi Masyarakat Lewat Vidcon, Dyah Katarina : Kasus Stunting Tinggi di Surabaya Perlu Adanya Evaluasi

Benhillpos.com | Surabaya – Komisi D bidang kesejahteraan rakyat DPRD Kota Surabaya, melakukan jaringan aspirasi masyarakat (Reses) pada masa reses tahun sidang ketiga, masa persidangan pertama tahun anggaran 2022. Proses reses dilakukan secara daring (Vidio confrence) dan fisik (tatap muka), dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hadir dalam kegiatan reses kali ini, para kader, anak ranting, pengurus ranting, dan PAC. Juga perwakilan warga. Bertempat di Jalan Kedung Anyar gang 7 no 38, kecamatan Sawahan, Kamis.(17/02/2022)

Untuk diketahui,Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi kepentingan masyarakat dan mengartikulasikan dalam kebijakan pembangunan di Kota Surabaya.

Dalam Reses kali ini, Wakil Walikota Armuji juga ikut hadir melalui video confrence (daring).

Dyah Katarina S.Psi, M.Si mengatakan, Kasus stunting yang meledak di Surabaya perlu di evaluasi lagi, apakah benar-benar stunting. Logikanya, selama ini Posyandu di Surabaya kan aktif, Kalau ada kasus gizi buruk kan terpantau PKM dan biasanya ada tindakan.

Dyah menegaskan, Kenapa tiba-tiba kasus stunting tinggi dan para kader masih banyak yang tidak didampingi petugas PKM dalam melakukan “pengukuran”,Juga alat-alat ukur yang ada juga banyak yang tidak layak (timbangan sudah lama tidak ditera, cara mengukur TB kadang salah, dan lain-lain).

Oleh karena itu, stunting merupakan masalah kesehatan yang perlu ditangani, tidak hanya penting untuk kesehatan anak, tapi juga masa depan bangsa dan negara.

Harapannya, mungkin perlu di refresh lagi mengenai keilmuan tentang kesehatan, dan perlu di refresh lagi kader-kadernya dan juga mengenai alat-alatnya. Supaya angka kenaikan tingkat stunting di Indonesia tidak melampaui batas.

“Setidaknya dengan acara Reses ini, kita bisa memberikan edukasi kepada warga dan bisa mendengarkan keluhan dan aspirasi warga untuk diarahkan kepada dinas terkait,” imbuhnya

BERITA TERKAIT :  Aksi Massa Ormas Islam Sumut Meminta Oknum - Oknum Perusak Pesantren Tahfidz Alquran Siti Hajar Sibolangit Harus Di Tangkap

Sementara itu, Ketua PAC Sawahan Iwan Chandra sekaligus juga ketua RW, menyampaikan aspirasinya keluhan dari kader yaitu,

“Tugas pendamping stunting yang harus mengambil dan ngantarkan makanan 3 kali sehari dan membuat laporan mll link..kirim foto dan lain-lain, yang mereka tau, akan berlangsung selama 1 tahun dan ini cukup merepotkan kalau misalnya ada kepentingan keluarga dan lain sebagainya.” urainya

“Harapannya, Keluhan-keluhan yang di alami para kader pada pak RW nya, bisa disampaikan langsung pada wakil rakyat
dan keluhan para kader ini akan segera ditindaklanjuti untuk melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan kota Surabaya supaya teknis pelaksanaan pendampingan stunting di permudah dan ortu juga di edukasi supaya tidak membebani kader,” Harapnya (Eko Andhika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!