Benhillpos.com | BALIGE – Seorang Alumnus BTB angkatan tahun 1989, Hasudungan Budi Sinaga mengajak seluruh alumni BTB mengenang kembali perjalanan pendidikan semasa di SMA Bintanh Timur Balige (BTB). Masa-masa SMA, baginya, simpul pendidikan – telah melewati persiapan diri sejak SD hingga SMP dan akan mempersiapkan diri ke jenjang perkuliahan.
SMA BTB telah berdiri sejak 70 tahun silam. Perjalanan sekolah ini tak lepas dari ingatan alumni yang sudah tamat sebanyak 67 angkatan. Oleh karena itu, Hasudungan Budi Sinaga yang juga mengemban tugas sebagai wakil ketua Dies Natalis ke-70 BTB ini mengingat kembali masa-masa remajanya.
Baginya, dies natalis adalah ajakan bagi alumni untuk merawat kenangan sembari berbagi. Dies natalis kali ini, sekolah BTB memberi ruang lebih luas bagi alumni berkontribusi. Artinya, seluruh acara fokus pada kontribusi alumni bagi peningkatan mutu pendidikan BTB.
“Perkiraan kita dengan umur yang 70 tahun, berarti ada 10 ribuan alumni jika masing-masing angkatan ada 150 orang. Untuk penyebarluasan informasi acara dies natalis ini, kita menggunakan semua media; media sosial dan teramasuk juga grup komunikasi per angkatan,” ujar Hasudungan Budi Sinaga, Minggu (9/8/2026).
“Untuk dies natalis kali ini, kita memberi ruang luas bagi alumni melibatkan diri. Maka, nanti pada hari pertama acara dies natalis bakal fokus kepada alumni. Lalu, hari kedua, alumni juga akan berperan dengan adanya tortor per angkatan,” terangnya.
Sebelum merayakan dies natalis, panitia bersama alumni telah membicarakan program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk peningkatan mutu pendidikan di BTB. Sekolah yang sudah beruur 70 tahun ini juga tak lepas dari perjalanan misi kekatolikan di Tano Batak.
Nilai-nilai kekatolikan tetap terpatri di hati setiap alumnus BTB. Dan seluruh program yang akan dikerjakan usai acara dies natalis mengacu pada semangat misi pendidikan yang dimulai misionaris Frater CMM.
“Setelah acara ini, kita akan menjalankan program unggulan BTB, satu diantaranya satu alumni, satu kontribusi. Artinya, masing-masing alumni menyumbangkan apa yang menjadi kelebihannya bagi BTB ini,” sambungnya.
Alumni yang sudah memiliki legalitas sejak tahun 2024 ini sedang berupaya membantu pelajar yang berprestasi melalui beasiswa.
“Kita juga sedang berusaha membangun dukungan alumni bagi siswa/i BTB. Kita lagi berusaha sedang menyusun konsep pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi. Sumber dananya dari alumni,” sambungnya.
“Selain itu, kita sedang membuat gerakan orang tua asuh oleh alumni. Kita berharap, pelajar yang kurang secara ekonomi namun berprestasi, jangan takut meraih mimpi,” terangnya.
Hadir sebagai lembaga, ikatan alumni menjadi perpanjangan tangan setiap orang maupun instansi yang ingin berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di BTB tersebut.
“Ini juga alasan mengapa kita membuat ikatan alumni ini sebagai lembaga. Wadah ini sudah ada sejak tahun 2024 dan menjadi perpanjangan tangan bagi setiap alumni yang ingin berkontribusi bagi BTB,” tuturnya.
Program peningkatan mutu tersebut bakal menyasar guru dan pelajar. Dengan demikian, ikatan alumni tengah menggodok program apa yang cocok meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Selain menyasar kualitas siswa, kita juga menyasar peningkatan kualitas ataupun kompetensi guru. Akan ada program untuk itu. Metode seperti apa, kita sedang godok. Yang pasti, program itu sudah kita siapkan,” terangnya.
Kekuatan besar yang dimiliki ikatan alumni ini menjadi motor bagi pelajar agar konsisten dan gigih belajar di BTB. Menurutnya, berbagai program yang akan berjalan akan memmbuat para siswa/i nyaman mengisi diri sembari mempersiapkan masa depannya.
Ia berharap, setiap alumnus yang mumpuni di bidangnya mau memberi hati terhadap perkembangan mutu pendidikan di BTB.
“Kita punya kekuatan besar. Bahkan, kehadiran seorang alumni yang saat ini sudah menyandang gelar akademis sebagai doktor dan rektor di universitas. Dengan demikian, kita punya kuota masuk ke universitas tersebut dengan biaya gratis. Bahkan, biaya hidup sehari-hari mahasiswa tersebut diberikan, termasuk biaya pulang kampung,” sambungnya.
“Kita membuat program ini karena melihat fakta di sekitar kita, banyak kaum muda yang pintar namun secara ekonomi tak sanggup. Ini yang menjadi perhatian serius kita,” sambungnya.
Sebagai alumnus, ia bersama alumnus lainnya intens berdiskusi soal arah pendidikan di BTB. Hal ini menjadi perhatian serius alumni dalam acara dies natalis ke-70 ini. Setiap program yang sudah dan akan dilakukan ia harapkan menjadi secercah harapan bagi siswa/i yang saat ini sedang belajar di BTB.
“Sejak tahun 2024, kita sebagai alumni sudah memulai diskusi dengan intensitas tinggi. Misalnya, kita alumni BTB di Toba ini sudah melakukan beberapa komunikasi dan hangat. Analisis soal pendidikan ini sudah lama kita lakukan, sehingga lahir berbagai program usai acara dies natalis ini,” tuturnya.
“SMA adalah jenjang pendidikan yang mestinya paling serius ditangani. Karena, ini simpul menuju masa depan. Setelah SMA, setiap pelajar akan menentukan pilihan kedepannya,” tuturnya.
Ia juga berharap kedatangang alumni dalam acara dies natalis tersebut menjadi penyemangat bagi siswa/i yang sedang belajar di BTB. Acara dies natalis tersebut akan berlangsung selama dua hari sejak Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).
“Pengalaman kita, hingga saat ini, banyak alumni yang memberi hati ke BTB ini. Sehingga ajakan kita, hadirlah di acara dies natalis, mari bernostalgia. Pelihara kenangan sambil memberi dan berbagi,” tuturnya.
Sebelumnya, panitia dies natalis tersebut telah audiensi dengan Bupati Toba Effendi Napitupulu pada Senin (27/7/2026) lalu. Mereka berdiskusi soal persiapan pesta dan Bupati Effendi menyampaikan dirinya akan hadir dalam acara tersebut. ( ** )














