Benhillpos.com | DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (DPM) menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Peningkatan Literasi Publik Pengelolaan Pertambangan yang Bertanggung Jawab di Hotel Beristera, yang berada di Jalan Sidikalang – Medan, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dunia pertambangan, regulasi yang berlaku, serta bagaimana praktik pertambangan yang bertanggung jawab dijalankan di Indonesia.
Superintendent External Relations PT Dairi Prima Mineral, Baiq Idayani, mengatakan bahwa kegiatan literasi publik ini dilaksanakan dalam beberapa sesi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat sekitar wilayah rencana tambang.
Menurut Baiq, pada pagi hari sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan bersama pemerintah daerah yang difasilitasi oleh Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi. Dalam kegiatan tersebut turut diundang sejumlah dinas terkait, camat, kepala desa, serta perwakilan kelurahan dari beberapa kecamatan di sekitar wilayah rencana tambang.
“Pagi tadi kami sudah melakukan kegiatan bersama pemerintah daerah, dinas terkait, kepala desa, serta camat dari beberapa kecamatan. Malam ini kami kembali melaksanakan kegiatan bersama organisasi kepemudaan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses serta regulasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan sebelum menjalankan kegiatan pertambangan.
Menurutnya, perusahaan wajib memenuhi berbagai persyaratan perizinan, mulai dari analisis dampak lingkungan (AMDAL), studi kelayakan, hingga izin lainnya yang menjadi syarat sebelum aktivitas pertambangan dapat dilakukan.
Selain itu, Baiq juga menyampaikan bahwa metode penambangan yang direncanakan oleh perusahaan adalah metode tambang bawah tanah (underground mining).
“Dengan metode ini, pengelolaan limbah tambang dilakukan secara berbeda sehingga tidak lagi menggunakan tailing storage facility di darat seperti yang sebelumnya menjadi kekhawatiran masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT DPM juga merencanakan kegiatan serupa di kawasan Tambongan, Parongil, dengan mengundang masyarakat sekitar untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan.
Dalam kegiatan tersebut, PT DPM juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Dr. mont. Ir. Andy Yahya Al Hakim, dosen Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung.
Andy menjelaskan bahwa dalam kegiatan literasi publik tersebut pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep pertambangan yang baik dan berkelanjutan.
Ia memaparkan bahwa terdapat berbagai metode penambangan, seperti tambang terbuka dan tambang bawah tanah, serta bagaimana bijih yang memiliki nilai ekonomis, seperti timbal dan seng, diproses dalam kegiatan pertambangan.
“Setelah mineral yang bernilai ekonomis seperti timbal dan seng dipisahkan, sisa material yang tidak bernilai ekonomis akan dicampur dengan semen dan kerikil, kemudian dimasukkan kembali ke dalam terowongan tambang,” ujarnya.
Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari metode reklamasi pada tambang bawah tanah sehingga ruang bekas penambangan dapat kembali terisi dan tetap terjaga kestabilannya.
Selain itu, perusahaan juga diwajibkan melakukan pemantauan lingkungan melalui sumur pantau untuk memantau kualitas air dan kondisi kimia lingkungan sebelum, selama, dan setelah kegiatan pertambangan berlangsung.
Andy menambahkan bahwa saat ini perusahaan masih berada pada tahap perizinan dan belum memasuki tahap operasi produksi.
“Selama izin belum diperoleh, perusahaan belum dapat melakukan aktivitas penambangan. Setelah seluruh izin terpenuhi barulah dapat masuk ke tahap operasi produksi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan literasi publik seperti ini penting dilakukan agar masyarakat memahami proses, manfaat, serta risiko dari kegiatan pertambangan secara lebih objektif.
“Kegiatan ini sifatnya edukasi, agar masyarakat mengetahui bagaimana praktik pertambangan yang baik, benar, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, di antaranya tokoh adat Pakpak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Kabupaten Dairi.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terkait pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Dairi. (JS).
















