Penanganan Sampah di Bukit Singgolom, Pemkab Toba Siapkan Langkah Strategis

Oplus_16908288

Benhillpos.com | TOBA – Terkait viralnya unggahan netizen mengenai banyaknya sampah yang berserakan di lokasi wisata Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah Kabupaten Toba segera mengambil langkah teknis dan taktis.

Langkah tersebut dilakukan untuk menyikapi sekaligus menganalisis persoalan, serta merumuskan upaya preemtif guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Sesungguhnya sudah ada pengelola sebelumnya namun tidak berjalan dengan baik dan sudah tidak aktif lagi. Ketiadaan pengelola yang bertanggung jawab menjadi atensi pemerintah, karena dari beberapa sumber didapati informasi masih adanya pengutipan biaya kamar mandi, uang parkir dan uang sampah.

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Toba selama libur Hari Raya Nyepi dan Idul fitri menjadi sisi positif bagi sektor pariwisata. Namun, lonjakan tersebut juga membawa dampak negatif, terutama terkait persoalan sampah.

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Toba dipadati pengunjung, termasuk Bukit Singgolom yang dikenal luas setelah menjadi lokasi kunjungan Raja dan Ratu Belanda.

Pemerintah menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Kunjungan wisata yang tinggi patut disyukuri, namun harus diikuti dengan penanganan palayanan yang baik dan pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Lingkungan Hidup (Lindup), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa, telah dirumuskan rencana taktis untuk membangun sistem pengelolaan yang efektif dan dapat dijadikan role model tata kelola.

Regulasi terkait pengelolaan tempat wisata yang sebelumnya telah disusun akan segera ditindaklanjuti. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) juga diharapkan menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal guna mewujudkan tata kelola destinasi wisata yang tepat guna dan tepat sasaran.

Apel siaga yang dipadu dengan korvey, Selasa, 31 Maret 2026, dipimpin langsung oleh Plt. Kadisbudpar yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kontribusi semua pihak sesuai kewenangan masing-masing.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah hadir untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, serta partisipasi aktif seluruh elemen dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dengan tetap menerapkan prinsip Sapta Pesona.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Sahat Manondang Manullang, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar untuk membersihkan sampah.

“Pemerintah Kabupaten hadir di Singgolom ini bukan untuk menjadi tukang pungut sampah, melainkan untuk menjalankan fungsi koordinasi dalam memetakan permasalahan, sehingga dapat dirumuskan sistem yang berjalan secara mandiri dan berkelanjutan sesuai perkembangan pariwisata di Kabupaten Toba,” ujarnya.

Dalam pembagian tugas, Pemerintah Desa Lintong Nihuta akan menyusun rancangan Peraturan Desa (Perdes) untuk membentuk kembali struktur pengelola wisata Bukit Singgolom.

Disbudpar akan memfasilitasi pengembangan dan penataan lokasi wisata, sementara Dinas Lingkungan Hidup akan mendukung sistem pengelolaan sampah terintegrasi, dengan syarat adanya regulasi yang jelas.

Sebagai langkah awal, pihak desa akan menugaskan aparat untuk berjaga selama periode libur Paskah mendatang guna mengantisipasi dampak yang terjadi akibat lonjakan pengunjung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Raja Ipan Sinurat, menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi. Namun, ia menekankan bahwa keterlibatan optimal membutuhkan kejelasan regulasi dan keberadaan pengelola resmi.

Sebagai langkah cepat, pihaknya juga mengusulkan pemasangan imbauan larangan membuang sampah sembarangan di area wisata.

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar, Tumpal Panjaitan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penataan lokasi wisata, termasuk dalam pembenahan agar kawasan tidak terlihat semrawut. “Kita yang cover biaya pembabatan di sekitar lokasi”, ujar Tumpal yang diamini oleh Kadisbudpar.

Camat Tampahan, Ramli Marpaung, bersama perwakilan Pemerintah Desa Lintong Nihuta, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Toba dan berkomitmen melaksanakan tugas yang telah didelegasikan.

Seluruh sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut diangkut dan dibuang ke tempat penampungan sementara (amrol) terdekat di Tarabunga.

Apel siaga dan kegiatan gotong royong (korvey) diikuti oleh 22 personel dari Disbudpar, 10 orang dari Dinas Lingkungan Hidup, 10 orang dari Kecamatan Tampahan, 10 orang dari Desa Lintong Nihuta, serta masyarakat setempat. ( ** )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *