Benhillpos.com | SIDIKALANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) menggelar Pentas Seni dan Musik Daerah di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Sabtu (06/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup yang berjalan seiring dengan upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Kegiatan yang diikuti generasi muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Dairi itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Melalui pentas seni dan musik daerah, para peserta diberikan ruang untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kecintaan mereka terhadap budaya daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Pakpak dan Kabupaten Dairi secara umum.
Ketua Umum Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi, Saut Ujung, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya berbicara tentang pelestarian alam semata, tetapi juga mencakup pelestarian budaya, seni, adat istiadat, dan seluruh nilai kehidupan yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari budaya dan identitas masyarakat. Oleh karena itu, menjaga lingkungan berarti juga menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.
“Lingkungan bukan hanya soal alam, tetapi juga mencakup budaya, seni, dan seluruh aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” ujarnya.
Tokoh budaya Pakpak, Rasmon Sinamo, menyampaikan bahwa pembangunan dan kemajuan suatu daerah harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan dan kelestarian. Menurutnya, kemajuan ekonomi yang diharapkan masyarakat harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga lingkungan, budaya, dan adat istiadat yang menjadi identitas daerah.
Ia menilai keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Aslim Padang, menjelaskan bahwa Pentas Seni dan Musik Daerah sengaja dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di bidang seni budaya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan generasi muda sebagai pewaris budaya.
“Kami ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah yang mereka miliki,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai sponsor. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Deputy Manager External Relations PT Dairi Prima Mineral, Baiq Idayani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pentas Seni dan Musik Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup, melestarikan budaya, serta mempererat hubungan antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah, dan dunia usaha.
“Atas nama Manajemen PT DPM, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kami merasa bangga dan terhormat dapat menjadi bagian dari perayaan yang tidak hanya mengangkat pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pelestarian kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Dairi,” ujarnya.
Baiq menambahkan bahwa budaya dan lingkungan merupakan dua warisan yang memiliki nilai sama penting bagi kehidupan masyarakat. Lingkungan yang sehat menjadi sumber keberlangsungan hidup, sementara budaya menjadi identitas yang membentuk karakter dan jati diri masyarakat.
Tokoh masyarakat Abdul Angkat turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan semangat pelestarian lingkungan dengan penguatan budaya lokal merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan yang dimiliki Kabupaten Dairi.
Ia menilai pelestarian budaya dan lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya daerah masih mendapat perhatian dan tempat di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi.
“Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan karena mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah dan lingkungan tempat mereka hidup,” ujar Abdul Angkat.
Pentas Seni dan Musik Daerah yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp12 juta tersebut menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, generasi muda, dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat identitas budaya lokal.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, seluruh pihak menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya daerah, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta membangun sinergi demi mewujudkan Kabupaten Dairi yang berkelanjutan, harmonis, dan berdaya saing tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat. (JS).
















