DAERAH  

Publik Pertanyakan Dua Akun Facebook yang Dikaitkan dengan Vickner Sinaga, Ini Pemicunya

Oplus_16908288

Benhillpos.com | DAIRI – Ruang media sosial Facebook kembali menjadi arena dialektika publik. Kali ini, perhatian warganet tertuju pada interaksi antar akun yang dikaitkan dengan Vickner Sinaga, menyusul munculnya tanggapan bernada kontroversial terhadap komentar masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara, Jumat (01/05/2026).

Akun Facebook “Vickner Bupati Dairi” sebelumnya mengunggah informasi pada Senin, 28 April 2026, terkait rencana perbaikan jalan.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa perbaikan akan dilakukan melalui program hotmix pada bulan Juni, sebagai bagian dari penanganan sekitar 200 titik jalan rusak yang saat ini masih berada dalam tahapan administrasi dan proses tender sesuai ketentuan.

Akun bernama “Vickner Bupati Dairi” tersebut menggunakan foto profil yang menampilkan sosok Bupati Dairi bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala.

Sementara itu, pada akun lain yang diduga berkaitan, tampak foto profil Facebook Vickner Sinaga mengenakan kemeja berwarna pink yang dipadukan dengan dasi serta jas hitam, sambil memegang mikrofon, menampilkan kesan formal layaknya dalam sebuah kegiatan resmi.

Namun demikian, ruang komentar menjadi ruang artikulasi kritik. Salah satu warganet menyampaikan komentar singkat, “Dempul… sisip,” yang secara implisit mencerminkan ketidakpuasan terhadap penanganan sementara.

Respon dari akun media sosial Facebook yang diduga berkaitan dengan Vickner Sinaga kemudian memicu perdebatan lanjutan. Penggunaan diksi “nyinyir” serta penyebutan istilah “tokoh” dan “akademisi” dalam balasan tersebut dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk respon yang kurang proporsional terhadap kritik publik.

Reaksi muncul dari kalangan mahasiswa. Ketua GMNI Kabupaten Dairi, Andi Silalahi, dalam keterangannya pada Jumat (01/05/2026), menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi melukai semangat partisipasi masyarakat.

“Ketika aspirasi disampaikan namun dianggap sebagai ‘nyinyir’, maka ruang dialog menjadi tidak sehat. Kritik adalah bagian dari kepedulian terhadap daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi jalan rusak yang dinilai telah berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat, terutama akibat lubang dan genangan air yang kerap memicu kecelakaan, khususnya pada malam hari.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan kejelasan pengelolaan akun media sosial Facebook tersebut.

“Kami tidak mengetahui secara pasti apakah akun itu dikelola langsung oleh Bupati atau oleh pihak lain. Kami berharap aspirasi masyarakat tidak disalahartikan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Dairi terkait keaslian akun media sosial Facebook tersebut maupun substansi komunikasi yang berkembang di ruang digital. (JS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *