Ribuan Karyawan TPL Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Management Bayarkan Pengali Pesangon 1,75

Oplus_16908288

Benhillpos.com | TOBA – Ribuan karyawan yang tergabung dalam Solidaritas Pekerja/Buruh (SPB) melakukan aksi unjuk rasa kepada pihak management PT TPL Tbk di gerbang pintu masuk Mill TPL di Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (3/3/2026)

Aksi unjuk rasa ini terjadi setelah management melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan pasca penutupan izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TPL tertanggal 20 Januari lalu.

Mewakili karyawan, Pangeran Marpaung dalam orasinya mengatakan meminta pihak management untuk merevisi kebijakan terkait pesangon yang menjadi hak karyawan dari yang sebelumnya telah diumumkan sebesar 0,5 x N menjadi 1,75 x N. Sayangnya, kebijakan tersebut dinilai sangat merugikan seluruh karyawan. Pihaknya tetap menuntut agar pihak management memenuhi permintaan seluruh karyawan dan memenuhi tuntutan mereka.

Ribuan karyawan yang hadir tediri dari 5 sektor, yakni sektor Aek Nauli, Sektor Habinsaran, Sektor Tele, Sektor Aek Raja, dan Sektor Tapsel. Mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa di lokasi yang sama sampai ada keputusan dari pihak managemen terkait tuntutan karyawan.

Para karyawan meminta agar perwakilan management hadir langsung menjawab tuntutan mereka.

Akhirnya perwakilan management hadir menemui massa. Hadir langsung Direksi PT TPL, Monang Simatupang, HRD Hotman Sibuea, Liharman Sirait, Pinondang Marpaung dan Linggom Dongoran.

Monang Marpaung meminta agar seluruh karyawan bersabar. Pihaknya akan terus memperjuangan permintaan karyawan untuk bisa dipenuhi pihak management.

“TPL ini adalah rumah kita bersama dan saat ini izin PBPH sudah dicabut dan seperti yang saya sampaikan, terkait tuntutan karyawan masih bisa dinegosiasikan, dan masih bisa dibicarakan. Kita juga sangat terharu dengan apa yang saudara alami. Pemerintah mencabut izin tapi belum ada kebijakan bagaimana dengan nasib karyawan? Ini lah yang kita alami. Saya percaya, kita masih bisa berjuang bersama, tuturnya

Dan kami minta kepada kita semua yang ada di sini paling lambat satu minggu ke depan atau tepatnya paling lambat 11 Maret keputusannya akan ada. Namun keputusan itu akan kita diskusikan dulu bersama serikat buruh dan seluruh karyawan sebelum diputuskan. Kami meminta kepada seluruh kita yang ada di sini menunggu hari H yang telah ditentukan nanti, kami harapkan stop dulu karena kita masih cinta TPL,” ujarnya

Usai bertemu dan menyampaikan kepada para peserta aksi, seluruh karyawan menolak jawaban dari pihak management dan sepakat untuk tetap melakukan aksi unjuk rasa di tempat yang sama hingga tenggang waktu yang dijanjikan oleh pihak management yaitu tanggal 11 Maret 2026, jelas Pangeran

” Ini kehidupan kami terakhir karena kami akan di PHK dan menjadi pengganguran, maka kami akan tetap ada di sini sampai tanggal 11, ungkapnya

Seluruh karyawan berharap sebelum tanggal 11 Maret sudah ada keputusan dari pihak management. Saat ini komunikasi ke Jakarta bukanlah hal yang susah dilakukan, jarak jakarta Toba bisa ditempuh 2 jam. Jadi mau dibawa kemana semua kami ini? Apakah sampai hati melihat kami berdiri di sini hingga tanggal 11?” Tegas Pangeran Marpaung selaku koordinator aksi sekaligus Humas Sektor Habinsaran.

Aksi hari pertama seluruh karyawan sepakat memakai baju seragam sesuai divisi masing-masing. Aksi berjalan dengan damai dalam pengawalan pihak kepolisian Polres Toba dan Satuan Pamong Praja Pemkab Toba. ( DNM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *