PB-LKP Kecewa Penampilan Trio Pakpak Dibatalkan di PRSU, Minta Bupati Dairi Evaluasi Panitia

Oplus_16908288

Benhillpos.com | DAIRI – Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB-LKP) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap penyelenggaraan Pagelaran Seni Budaya Pakpak yang digelar Pemerintah Kabupaten Dairi di Open Stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (19/7/2026) malam.

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung Ketua PB-LKP, Ramadan Zuhri Bintang, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp kepada sejumlah awak media di Sidikalang, Senin (20/7/2026).

Menurut Zuhri, sebelum pelaksanaan kegiatan, panitia dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Dairi mengajak berbagai komunitas seni serta lembaga kebudayaan untuk berpartisipasi dengan membawa peserta binaan masing-masing. Namun, seluruh peserta diminta tampil secara mandiri tanpa dukungan anggaran dari panitia maupun Pemerintah Kabupaten Dairi.

Menindaklanjuti ajakan tersebut, PB-LKP mengirimkan dua penampil binaan, yakni seorang vokalis solo dan satu grup Trio Pakpak. Seluruh persiapan, mulai dari latihan hingga check sound, telah dilakukan sesuai jadwal. Bahkan, penampilan Trio Pakpak disebut-sebut menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan masyarakat Pakpak yang berdomisili di Kota Medan.

Namun, harapan tersebut pupus ketika grup Trio Pakpak yang telah bersiap di belakang panggung justru diminta membatalkan penampilannya. Keputusan itu memicu kekecewaan para pendukung dan pengunjung hingga menimbulkan ketegangan di penghujung acara.

“Seluruh persiapan sudah selesai, bahkan check sound juga telah dilakukan. Namun saat hendak naik ke panggung, pembawa acara justru meminta mereka turun tanpa sempat tampil. Tentu hal ini sangat mengecewakan,” ungkap Ramadan Zuhri Bintang.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta yang dibawa PB-LKP tampil atas dasar kecintaan terhadap budaya Pakpak, tanpa menerima honorarium ataupun biaya transportasi.

“Kami datang bukan karena bayaran. Kami hadir untuk mengangkat martabat budaya Pakpak dan mengharumkan nama Kabupaten Dairi. Sangat disayangkan, perjuangan para seniman justru berakhir dengan kekecewaan. Yang kecewa bukan hanya PB-LKP, tetapi juga masyarakat, Himpunan Masyarakat Pakpak di Medan, para penggemar, serta anggota Trio Pakpak yang telah mempersiapkan diri secara maksimal,” tegasnya.

Zuhri juga menyoroti jalannya acara yang menurutnya tidak lagi mencerminkan identitas Pagelaran Seni Budaya Pakpak. Menurutnya, pada penghujung kegiatan justru diperdengarkan lagu-lagu pop Indonesia, bukan lagu-lagu bernuansa budaya Pakpak sebagaimana tema kegiatan yang diusung.

Atas peristiwa tersebut, PB-LKP berencana menemui Bupati Dairi, Vickner Sinaga, guna menyampaikan keberatan sekaligus meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk terhadap jajaran Disbudparpora Kabupaten Dairi dan panitia penyelenggara.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu, memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku seni yang telah berpartisipasi dalam pagelaran tersebut, termasuk para seniman yang difasilitasi secara mandiri oleh PB-LKP.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tidak tampilnya beberapa peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

Menurut Iwan, salah seorang seniman binaan PB-LKP, Juspri Saragih, masih sempat tampil membawakan lagu berjudul “Dairi Lebuh Kekelengen Tanah Tercinta”, sebuah karya cipta Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama Ketua PB-LKP Ramadan Zuhri Bintang.

“Karena keterbatasan waktu, beberapa penampil yang sebenarnya telah siap naik ke panggung tidak lagi memperoleh kesempatan tampil. Kami berharap pada kesempatan berikutnya seluruh seniman Pakpak, khususnya dari Kabupaten Dairi, dapat kembali menampilkan karya terbaiknya,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menyampaikan apresiasi atas semangat para seniman dalam melestarikan budaya Pakpak melalui panggung PRSU. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi media promosi budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Meski demikian, Vickner mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

“Ada beberapa hal yang memang harus menjadi catatan dan bahan evaluasi. Semoga pengalaman tahun ini menjadi pembelajaran agar penyelenggaraan pagelaran budaya Kabupaten Dairi pada masa mendatang semakin baik, lebih tertata, dan mampu memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bupati Dairi juga mengaku terkesan dengan penampilan drama tari Maraleng Tendi yang dibawakan putra-putri terbaik Kabupaten Dairi sebagai salah satu suguhan budaya yang dinilai berhasil memperlihatkan kekayaan seni dan tradisi masyarakat Pakpak. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!