DAERAH  

“Rp179 Juta Menguap dalam 3 Hari? Penampakan Jalan Lae Mbulan yang ‘Bonyok’ Bikin Warga Dairi Elus Dada!”

@2025, Benhillpos.com

Benhillpos.com | DAIRI – Baru hitungan hari selesai dikerjakan, proyek pemeliharaan jalan di Perumahan Lae Mbulan, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, kini menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, infrastruktur yang diharapkan memperlancar akses warga tersebut kondisinya justru memprihatinkan. Pantauan di lokasi pada Minggu (21/12/2025) menunjukkan aspal sudah mulai mengelupas, bergelombang, hingga membentuk kubangan air di beberapa titik.

Padahal, proyek yang bersumber dari P.APBD Kabupaten Dairi Tahun 2025 ini baru saja dinyatakan rampung sekitar tiga hari yang lalu.

Kualitas pengerjaan jalan dengan pagu anggaran senilai Rp179.460.000 tersebut menuai protes keras dari masyarakat setempat. Juniker Berutu, seorang warga perumahan, mengaku kecewa dan menduga ada ketidaksesuaian spesifikasi dalam proses pengerjaan.

“Baru hitungan hari aspal sudah terkelupas dan berlubang di mana-mana. Kami menduga pengerjaannya asal jadi dan tidak mengikuti spesifikasi teknis yang seharusnya,” ujar Juniker kepada media, Minggu (21/12/2025).

Senada dengan Juniker, warga lainnya, Pak Bintang Sirait, menilai kondisi jalan saat ini sangat mengkhawatirkan bagi pengendara. Ia menyoroti ketebalan aspal yang diduga sangat tipis sehingga mudah rusak.

“Konstruksinya lembek dan bergelombang. Kami khawatir dalam waktu singkat jalan ini akan hancur total kalau kualitasnya seperti ini,” keluh Sirait.

Selain masalah teknis, faktor cuaca juga diduga menjadi pemicu cepatnya kerusakan jalan. Mengingat curah hujan yang tinggi di wilayah Dairi belakangan ini, warga meragukan keputusan pelaksana yang tetap melakukan pengaspalan di tengah kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Warga juga menuding lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi serta konsultan pengawas di lapangan.

“Kenapa bisa lolos pengawasan kalau hasilnya seperti ini? Harusnya kualitas dijaga sejak awal pengerjaan,” tambah warga.

BACA JUGA :  Kunjungan Humanis Polri ke Madrasah Sipirok, Cek Fasilitas Pengungsian dan Beri Motivasi Pelajar

Warga kini mendesak pihak pelaksana, yakni CV HELN, untuk segera turun tangan melakukan perbaikan ulang. Berdasarkan papan informasi proyek, masa pelaksanaan pengerjaan berlangsung pada November hingga Desember 2025.

Mengingat proyek ini disinyalir masih dalam masa pemeliharaan dan pelaksanaan, masyarakat berharap rekanan bertanggung jawab penuh memperbaiki kerusakan sebelum masa kontrak berakhir sepenuhnya.

“Kami minta diperbaiki kembali. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma untuk jalan yang hanya bertahan tiga hari saja,” pungkas Pak Bintang Sirait. (JS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights