DAERAH  

Usai Insiden MBG di Sidikalang, Pengelola SPPG 3 Sampaikan Permintaan Maaf dan Harapan Dibuka Kembali

Oplus_16908288

Benhillpos.com | SIDIKALANG – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 akhirnya angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar SMK swasta di Kabupaten Dairi, awal Februari 2026 lalu.

Pemilik SPPG Sidikalang 3, Delphi Masdiana Ujung, bersama perwakilan Yayasan Vidia Wira Satia, Pana Akbar Simatupang, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para siswa dan orangtua yang terdampak, sekaligus berharap diberikan kesempatan kembali mengabdi sebagai mitra pendistribusian MBG.

“Kami sangat terpukul. Ini bukan hanya soal operasional dapur, tetapi menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujar Delphi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Menurut Delphi, penutupan sementara dapur SPPG Sidikalang 3 membawa dampak besar, tidak hanya bagi pihak pengelola, tetapi juga puluhan relawan yang selama ini terlibat dalam program MBG.

“Relawan terpaksa kami rumahkan. Padahal mereka menggantungkan hidup dari pekerjaan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan penyampaian klarifikasi bukan tanpa alasan. Pihaknya menilai penjelasan yang disampaikan di tengah situasi emosional dan pemberitaan yang masih ramai justru berpotensi memperkeruh keadaan.

“Kami memilih menunggu hingga suasana lebih tenang agar informasi yang kami sampaikan tidak disalahartikan,” katanya.

Meski demikian, kata Delphi, pihak SPPG tetap menunjukkan empati sejak awal kejadian dengan menjalin komunikasi aktif dengan rumah sakit serta membantu proses penanganan siswa yang sakit.

Terkait dugaan sumber keracunan, Delphi menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kesimpulan pasti yang menyatakan makanan berasal dari SPPG Sidikalang 3 sebagai penyebab utama.

Ia menegaskan, seluruh proses pengolahan MBG telah mengikuti standar operasional prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

“Di dapur kami ada pengawasan langsung dari BGN. Setiap SPPG memiliki kepala unit, akuntan, dan ahli gizi, serta didukung 47 relawan bersertifikat penjamah makanan,” jelasnya.

Selain itu, seluruh relawan telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Hutarakyat sesuai ketentuan yang berlaku.

Delphi menambahkan, SPPG Sidikalang 3 melayani 19 sekolah dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.276 siswa.

Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan komitmen pihaknya dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi.

Pasca-kejadian, investigasi dan evaluasi telah dilakukan oleh BGN bersama Dinas Kesehatan, termasuk pemeriksaan rekaman dari 16 kamera CCTV yang terpasang di area dapur.

“Kami berharap hasil investigasi ini menjadi bahan pertimbangan agar kami bisa kembali dipercaya dan berkontribusi menyukseskan program MBG,” ujarnya.

Sebelumnya, ratusan siswa SMK swasta HKBP dan SMK swasta Arina Sidikalang dilaporkan mengalami gejala sakit usai mengonsumsi MBG. Menyusul kejadian tersebut, BGN menutup sementara operasional SPPG Sidikalang 3.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Dairi telah mengumumkan hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait kasus tersebut. (JS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *