DAERAH  

Warga Desa Dolok Nauli Dirikan Tenda Antisipasi Longsor Susulan

Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang

Benhillpos.com | TARUTUNG – Saat bencana longsor terjadi pada Selasa (25/11/2025), warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara sontak berhamburan dari rumah dan siaga di depan rumah.

Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang menjelaskan, hingga saat ini, warga sekitar tetap waspada terjadinya longsor susulan. Pasalnya, kawasan tersebut berada di pinggiran tebing. Ia jelaskan, longsor susulan bisa saja terjadi karena cuaca di kawasan tersebut belum kondusif. Hujan masih turun.

Kemarin, Jumat (28/11/2025) sore, warga bergotong-royong mendirikan tenda bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) di depan rumah warga. Mereka memilih lokasi yang relatif aman dari terjangan longsor dari perbukitan.

“Kita sudah dirikan tenda guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan karena cuaca masih terus hujan,” terang Kades Dolok Nauli Jonas Aritonang, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, ada 9 titik yang terdampak bencana di desa tersebut. Ada dua dusun yang memiliki karakter pemukiman yang sama. Pemukiman warga terdapat di pinggir perbukitan dan di bawah jalan lintas. Sehingga dua dusun tersebut menjadi lokasi terparah di Desa Dolok Nauli.

“Kalau di Desa Dolok Nauli ini, ada 9 titik yang terdampak bencana ini. Tapi yang lebih parah adalah Dusun I. Karena, di atas jalan dan di bawah jalan terdapat banyak pemukiman warga. Dan di sini, tidak ada yang tersisa,” sambungnya.

Ia jelaskan, ada sebanyak 52 unit rumah warga yang terdampak. Terlihat di lokasi, material longsoran menerjang rumah hingga menutupinya.

“Untuk rumah yang terdampak bencana ini ada sekitar 52 unit. Rumah yang alami rusak parah ada 35 rumah dan rusak ringan ada sebanyak 17 unit,” terangnya.

“Sesudah terjadi bencana ini, kita langsung buatkan sebuah posko. Untuk Dusun II ini kita buat di Gereja HKBP Lobu Pining. Untuk Dusun I, kita buat posko di rumah keluarga dan di depan rumah dengan adanya tenda bantuan dari Kemensos,” sambungnya.

BACA JUGA :  Pendekatan Humanis Berbuah Hasil: Operasi Zebra Toba 2025 Turunkan Angka Kecelakaan di Sumut

Ia menjelaskan, setiap hari hingga situasi kondusif, kaum bapak akan berada di luar rumah. Sementara kaum ibu dan anak-anak berada di dalam rumah. Dapur umum dan posko juga sudah disiapkan bagi korban bencana alam.

“Setelah tenda ini didirikan, kaum bapak berada di luar rumah dan kaum ibu serta anak-anak di dalam rumah. Kita tetap waspada dan berjaga-jaga,” terangnya.

“Kejadian yang paling fatal itu pad Selasa (25/11/2025) malam tepatnya pukul 23.00 WIB. Kita waspada karena sebelum terjadi bencana tersebut, sudah ada tanda-tanda,” lanjutnya.

Walau kondisi longsor parah, korban jiwa di desa ini nihil.

“Begitu mendengar tanda-tanda bakal terjadi longsor, masyarakat langsung keluar dari rumah dan waspada di luar rumah. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa di Desa Dolok Nauli,” lanjutnya.

Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Hanya kain yang melekat di tubuh yang tersisa.

“Semua barang-barang berharga milik warga sudah hilang tertimbun material longsoran. Isi dalam rumah tak ada yang bisa diselamatkan,” sambungnya.

Selain rumah, warga juga kehilangan hasil pertanian dan persawahan.

“Ladang dan persawahan pun ikut terdampak. Soal luasnya, kita belum bisa pastikan karena kita belum turun ke kawasan perladangan dan persawahan,” pungkasnya. ( ** )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights