Seminar Ekoteologi dan Live Music Digelar di Sidikalang, Ajak Pemuda HKBP Peduli Lingkungan

Oplus_16908288

Benhillpos.com | SIDIKALANG — Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional 2026, Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) menggelar kegiatan Seminar Ekoteologi yang dirangkaikan dengan live music di Sidikalang, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Peran Pemuda dalam Mewujudkan Lingkungan yang Berkelanjutan” dan ditujukan bagi pemuda gereja HKBP se-Distrik VI Dairi.

Momentum Hari Bumi tahun ini mengangkat tema global “Kekuatan Kita, Planet Kita”, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Dalam kegiatan tersebut, YDPK tidak hanya menghadirkan seminar, tetapi juga pameran foto yang menampilkan korban bencana ekologis serta perjuangan masyarakat dalam melawan perusahaan yang dinilai merusak lingkungan.

Selain itu, digelar pula perlombaan musik bertema lingkungan dan pertunjukan live music dari sejumlah penampil.

Penanggung jawab kegiatan, Monica Siregar, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemuda terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan iman.

“Melalui seminar ini, kami ingin mengedukasi pemuda agar menjadikan iman sebagai dasar kepedulian terhadap ciptaan. Krisis lingkungan saat ini sudah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Kabupaten Dairi yang dinilai rawan terhadap bencana ekologis. Namun di sisi lain, menurutnya, masih ada kebijakan yang membuka ruang bagi perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan.

“Dairi ini daerah rawan bencana, tetapi justru ada perusahaan yang diberikan izin. Kita sudah melihat dampaknya sejak 2012, saat terjadi kebocoran limbah yang merusak sumber air dan mata pencaharian warga,” katanya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt Deonal Sinaga, dan Pdt Riedel Sihotang.

Dalam pemaparannya, Pdt Deonal Sinaga menjelaskan tentang krisis iklim global dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda.

“Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga lingkungan. Pemuda harus menjadi teladan dalam merawat ciptaan Tuhan,” ucapnya.

Sementara itu, Pdt Riedel Sihotang menekankan bahwa ajaran Kristen tidak membenarkan eksploitasi alam.

“Manusia diberi mandat untuk menguasai bumi, tetapi bukan untuk merusaknya. Kita dipanggil untuk merawat dan menjaga alam,” katanya.

Direktur YDPK, Santun Sinaga, mengajak pemuda HKBP Distrik VI Dairi untuk tidak hanya mengikuti kegiatan seminar, tetapi juga terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

“Momentum Hari Bumi ini harus menjadi awal gerakan bersama. Pemuda harus berani bersuara dan terlibat dalam upaya menjaga lingkungan di daerah masing-masing,” tegasnya.

YDPK berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan dengan HKBP Distrik VI Dairi dalam upaya menjaga lingkungan hidup.

“Kalau tidak dimulai dari generasi muda, akan sulit kita mewariskan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya. ( JS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *