Benhillpos.com | DAIRI – Di tengah dinamika pembangunan daerah dan tuntutan akan keberlanjutan, PT Dairi Prima Mineral (DPM) mengambil langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada industri ekstraktif, tetapi juga menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.Pada Sabtu (25/04/2026) kemarin.
Melalui peluncuran program Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Agribisnis Berkelanjutan, perusahaan ini menunjukkan komitmen nyata dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh, inklusif, dan berjangka panjang.
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan pendampingan biasa, melainkan sebuah inisiatif terintegrasi yang dirancang secara matang untuk mengoptimalkan potensi agribisnis unggulan di wilayah Sidikalang dan sekitarnya.
Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai penghasil kopi Robusta berkualitas tinggi, sekaligus memiliki peluang besar dalam pengembangan komoditas kakao dan durian.
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, PT DPM menghadirkan sebuah model pembangunan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Dalam praktiknya, program ini menyasar beberapa aspek utama yang menjadi kunci keberhasilan agribisnis modern.
1. Pertama, peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian dilakukan melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Petani tidak hanya diajak bertani, tetapi juga didorong memahami standar budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pasar.
2. Kedua, diversifikasi komoditas menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi petani. Dengan tidak bergantung pada satu jenis hasil pertanian, masyarakat diharapkan mampu menghadapi fluktuasi harga dan risiko pasar dengan lebih tangguh.
3. Ketiga, hilirisasi menjadi jantung dari program ini. Produk pertanian yang sebelumnya dijual dalam bentuk mentah kini diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi. Kopi, misalnya, tidak lagi berhenti sebagai biji mentah, melainkan berkembang menjadi berbagai produk turunan yang memiliki daya saing di pasar nasional bahkan premium.
4. Keempat, penguatan akses pasar dilakukan melalui pembangunan ekosistem pemasaran yang lebih luas dan terintegrasi. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk tidak hanya menjual di pasar lokal, tetapi juga menembus jaringan distribusi yang lebih kompetitif.
Pelaksanaan program ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, hingga mitra ahli.
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting agar setiap langkah yang diambil tidak berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan.
Radianto Airfin, Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, menyampaikan bahwa pada tahap awal, program ini telah melibatkan sekitar 47 penerima manfaat yang terdiri dari petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi.
Mereka merupakan bagian dari 200 peserta program tahun 2025 yang terpilih berdasarkan komitmen dan keseriusan dalam mengikuti pembinaan.
“Melalui pelatihan intensif bersama Penyuluh Pertanian Lapangan, para petani dibekali pengetahuan teknis budidaya hingga pengendalian hama. Kami juga memastikan dukungan nyata melalui penyediaan sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman,” ujarnya.
Lebih jauh, Radianto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda jangka pendek, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia percaya bahwa sektor pertanian dan pertambangan tidak harus saling bertentangan, melainkan dapat tumbuh berdampingan dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dalam jangka pendek, program ini ditargetkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan rumah tangga petani.
Transformasi petani dari sekadar produsen menjadi pelaku usaha agribisnis profesional menjadi salah satu tujuan utama yang ingin dicapai.
Sementara itu, dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi regional berbasis agribisnis berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menekan angka kemiskinan.
Selain itu, upaya ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif dan memperkuat posisi Dairi sebagai pusat agribisnis unggulan yang kompetitif.
Tidak hanya berdampak pada ekonomi, program ini juga membawa nilai strategis dalam meningkatkan reputasi kawasan sebagai destinasi investasi berbasis komoditas premium yang berkelanjutan.
Langkah PT Dairi Prima Mineral ini selaras dengan regulasi nasional, khususnya Kepmen ESDM No. 1824 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta Tujuan 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, program ini bukan hanya tentang pertanian atau ekonomi semata. Ia adalah tentang harapan – tentang bagaimana masyarakat lokal diberdayakan, tentang bagaimana potensi daerah diangkat ke permukaan, dan tentang bagaimana masa depan yang lebih sejahtera dibangun dari tanah sendiri.
Dengan langkah yang terarah dan kolaborasi yang kuat, PT Dairi Prima Mineral tidak hanya menambang sumber daya alam, tetapi juga menanam masa depan. (JS)
















