Menteri Ekraf Dukung KPT Ekraf Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Nasional

Oplus_16908288

Benhillpos.com | Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat sinergi berkelanjutan dengan Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf melalui rencana penyelenggaraan Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 pada bulan September mendatang di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Kolaborasi ini menjadi langkah mempercepat lahirnya talenta, riset, serta inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya juga menegaskan bahwa keberadaan KPT Ekraf menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, khususnya pada penguatan riset, pendidikan, inovasi, dan pengembangan talenta di daerah.

“KPT Ekraf sudah terus digaungkan saat pertemuan dengan Kemendiktisaintek dan BRIN sebagai bagian penting dalam implementasi Rindekraf. Kolaborasi dengan KPT Ekraf perlu diperkuat agar riset, pendidikan, inovasi, dan pengembangan talenta ekonomi kreatif berjalan selaras dengan agenda inovasi melalui program yang juga akan berlangsung seperti World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dengan demikian, KPT Ekraf akan menjadi mitra strategis dalam _Creative Session_ nantinya,” ungkap Menteri Ekraf saat menerima audiensi dari pengurus KPT Ekraf di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (28/7).

Menteri Ekraf menjelaskan program KPT Ekraf seperti CCSIC tidak hanya berhenti pada pengembangan riset dan kekayaan intelektual, tetapi harus mampu mengantarkan hasil inovasinya menuju komersialisasi ke pasar global. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting hilirisasi riset kampus yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kementerian Ekraf akan mendorong elemen penting transformasi dari rantai nilai _create, protect, and commercialize_. Menariknya, inovasi yang lahir dari KPT Ekraf jangan berhenti menjadi karya ilmiah atau kekayaan intelektual semata, tetapi harus mampu dikomersialisasikan menjadi produk atau karya unggulan, berkembang sebagai _brand_ nasional hingga ekspansi global. Inilah ekonomi kreatif yang menghasilkan nilai tambah,” jelas Menteri Ekraf.

KPT Ekraf merupakan perkumpulan perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan pendidikan, riset, talenta, dan inovasi bidang ekonomi kreatif yang beranggotakan 15 perguruan tinggi. Diinisiasi oleh Kementerian Ekraf sejak bulan Januari tahun 2025 di Universitas Indonesia, kini KPT Ekraf sudah berbadan hukum dan siap mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Sebagai bagian dari Road to WCCE, KPT Ekraf siap berpartisipasi untuk membuat CCSIC 2026 yang menghadirkan ruang kolaborasi untuk _sharing_ terkait _roadmap_ industri kreatif, khususnya bidang pendidikan. Sinergi juga diharapkan melalui _innovation challenge_ atau semacam kompetisi yang mampu menjaring talenta-talenta lokal untuk _create brand_ yang bisa terakselerasi. Kami berharap KPT Ekraf bisa terus mendukung program-program Kementerian Ekraf yang semakin berdaya,” harap Dewi Kartika Sari sebagai Ketua Umum KPT Ekraf sekaligus Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif – Universitas Indonesia.

CCSIC 2026 yang dijadwalkan pada September mengusung tema _Creative Industries: Local Heroes to National Champions, Go Global_. Forum tersebut akan mempertemukan akademisi, mahasiswa, pegiat industri, komunitas kreatif, dan pemerintah untuk merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi sekaligus mengkurasi inovasi kreatif yang siap dikembangkan ke tahap komersialisasi.

Dalam audiensi itu Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Agus Syarip Hidayat; serta Plt Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Aulia Chloridiany.

Sementara turut hadir dari pengurus KPT Ekraf yaitu Sekretaris Jenderal, Elvy Maria Manurung (UNPAR) dan Ketua Bidang Kreativitas, Remandhia Mulcki (President University). ( ** )

Caption: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kiri), berdialog dengan Ketua Umum Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf sekaligus Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Indonesia, Dewi Kartika Sari (kanan), saat menerima audiensi jajaran pengurus Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (28/07/2026).

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!