Andrian Habibi Jadi Narsum di Bawaslu Jakarta Barat, Tanamkan Pondasi Persahabatan Media

Oplus_16908288

Benhillpos.com | JAKARTA – Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat menegaskan bahwa efektivitas komunikasi publik tidak hanya bergantung pada kualitas tulisan siaran pers, melainkan pada pondasi pola hubungan media yang kuat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan “Diskusi Lentera” (Literasi, Edukasi, Narasi, dan Tata Kelola Pengawasan) pada Rabu, 15 Juli 2026.

Andrian Habibi, Pranata Humas Bawaslu, yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa siaran pers hanyalah ujung dari sebuah rangkaian panjang tata kelola hubungan media. Menurutnya, sebelum melatih staf humas untuk menulis berita, terdapat tahapan krusial yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Jangan berpikir siaran pers itu instan. Langkah awal yang paling fundamental adalah melakukan pendataan media secara komprehensif di seluruh wilayah administrasi Kota Jakarta Barat,” ujar Andrian.

Setelah pendataan, Andrian mendorong jajaran Humas Bawaslu Jakarta Barat untuk melakukan media visit atau kunjungan media. Dalam kunjungan tersebut, Bawaslu harus proaktif membangun komunikasi dengan Pimpinan Redaksi untuk memetakan pewarta yang memiliki integritas dan dapat diajak bekerja sama dalam mendukung pemberitaan pengawasan pemilu.

“Setelah terbangun koneksi, langkah selanjutnya adalah membentuk grup WhatsApp khusus pewarta pemilu di Jakarta Barat sebagai kanal koordinasi cepat. Kami juga menyarankan penyediaan ruangan khusus di kantor Bawaslu yang nyaman bagi jurnalis untuk singgah dan bekerja,” tambahnya.

Andrian menekankan filosofi utama dalam pola hubungan media ini: persahabatan adalah kunci. Ia mengingatkan bahwa siaran pers seharusnya tidak diposisikan sebagai alat untuk “memaksa” jurnalis agar memuat berita. Sebaliknya, ketika hubungan personal dan profesional sudah terbina dengan baik, peluang rilis lembaga untuk diangkat menjadi berita oleh wartawan akan jauh lebih besar.

“Siaran pers adalah rangkaian pola hubungan. Jika kita sudah bersahabat dengan media, mereka akan lebih terbuka terhadap informasi yang kita sampaikan. Jadi, bangunlah komunikasinya terlebih dahulu, barulah siaran pers akan berfungsi dengan optimal,” tutup Andrian.

Dengan strategi ini, Bawaslu Jakarta Barat berharap dapat menciptakan ekosistem informasi yang kolaboratif, di mana pers menjadi mitra strategis dalam mengawal demokrasi di tingkat lokal. ( ** )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!