DAERAH  

Lumpuh Total! BBM Ludes Pukul 11.15 WIB di SPBU Simamora, Warga Dairi Sindir Pemkab: “Bijaklah Tangani BBM Langkah Ini!”

Oplus_16908288

Benhillpos.com | SIDIKALANG – Kondisi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Dairi semakin memanas. Antrean panjang di SPBU Simamora, Jalan Ahmad Yani, Sidikalang, pada Rabu (03/12/2025) memicu kekecewaan besar dari masyarakat setelah Polisi dan petugas SPBU mengumumkan bahwa stok BBM telah habis.

Kekacauan ini merupakan imbas dari terganggunya jalur distribusi BBM ke Sidikalang akibat dampak bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Utara beberapa hari lalu.

Salah satu pengendara sepeda motor, Darwin Situmorang, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia berangkat dari rumahnya di Jalan Panji Sibura-Bura, Jalan Sidikalang-Medan, sejak pukul 07.00 WIB. Setelah mengantre hampir 4 jam, tepatnya hingga pukul 11.15 WIB, harapannya pupus.

“Sangat kecewa lah, Bang. Sudah lama saya antre, sampai panas-panasan, eh malah dibilang habis! Bagaimana ini Pemerintah Kabupaten Dairi menyikapi ini?” sebut Darwin dengan nada kesal.

Darwin merasa Pemerintah Kabupaten Dairi tidak serius menangani kelangkaan ini, mengingat ini adalah kali ketiga dirinya gagal mendapatkan BBM.

“Pemerintah harus lebih serius lah untuk menangani ini, sudah tiga kali saya antre tapi tidak dapat-dapat,” ungkapnya.

Kritik senada juga dilontarkan oleh Rio, seorang pengendara mobil warga Kecamatan Sidikalang. Ia juga sudah lama mengantre dan merasa usahanya sia-sia karena BBM tak kunjung didapatkan.

“Harus lebih bijak lagi lah pemerintah untuk menangani BBM langka ini, sudah capek-capek nunggu, dapat pun tidak,” keluhnya.

Selain masalah kelangkaan, Rio menyoroti kebijakan yang masih diterapkan di SPBU Simamora, yaitu kewajiban penggunaan Barcode untuk pembelian BBM, khususnya bagi mobil.

“Semalam saya nonton di televisi dan baca berita di media sosial, katanya Barcode tidak diberlakukan untuk sementara di Sumatera Utara agar menghindari kemacetan karena ada banjir bandang. Lah ini banyak kawan-kawan pengendara mobil masih diminta Barcode-nya,” keluh Rio.

BACA JUGA :  Dugaan Oknum Polisi Mengambil iPhone Karyawan PS di Bulukumba Berakhir Damai

Rio menilai, penerapan Barcode di tengah kondisi antrean parah akibat stok minim ini justru memperlambat proses pengisian dan memperparah kemacetan, padahal instruksi relaksasi (pelonggaran) kebijakan dari Kementerian seharusnya sudah berlaku di daerah terdampak bencana.

 

Sementara itu, menanggapi keluhan masyarakat yang telah mengantre berjam-jam dan juga mengkritik kebijakan Barcode, Pengawas SPBU Simamora di Jalan Ahmad Yani memberikan tanggapan. Pihaknya mengakui bahwa keterbatasan stok dan isu prosedur Barcode ini harus segera diselesaikan.

“Kami tahu masyarakat kecewa karena sudah mengantre lama tapi BBM habis. Mengenai masalah Barcode, kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi. Kami harus memastikan bagaimana tindak lanjut dari edaran Kementerian terkait Barcode tersebut,” ujar Pengawas SPBU tersebut.

“Nanti kita koordinasi dulu dengan Pemerintah Kabupaten Dairi. Nah, setelah sudah ada kesimpulannya, kita akan informasikan secepatnya kepada masyarakat. Kami mohon pengertiannya,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Dairi masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Dairi untuk menjamin ketersediaan BBM dan penyederhanaan prosedur pembelian di tengah situasi pasca bencana. (JS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights