Oknum ASN dI Dairi POLLES! Diduga Begal Payudara Siswi SMP Saat Beli Tuak, Kapolres: Segera Kita Proses!

Oplus_16908288

Benhillpos.com | DAIRI – Kasus asusila yang menyeret seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Dairi kini menjadi sorotan tajam publik. Oknum abdi negara berinisial MS alias B, warga Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, diduga kuat melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMP yang merupakan tetangganya sendiri.

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus yang mencederai perlindungan anak tersebut.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STTLP/B/461/XI/2025/SPKT/POLRES DAIRI, aksi bejat ini terbongkar saat korban, sebut saja Bunga, menolak perintah ayahnya untuk membeli tuak ke kedai milik pelaku pada 24 November 2025 lalu.

Sambil gemetar ketakutan, korban yang masih di bawah umur itu mengungkapkan pengakuan yang menyayat hati keluarga.

“Gak mau lagi aku bapak suruh ke situ. Takut, payudaraku dipegang sama dia (pelaku),” ujar Bunga kepada ayahnya.

Berdasarkan laporan polisi tersebut, pelaku diduga sudah melakukan tindakan tidak senonoh itu sebanyak dua kali terhadap korban. Tak terima buah hatinya dilecehkan, ayah korban, BH, langsung melaporkan oknum ASN tersebut ke Polres Dairi pada 25 November 2025 demi menuntut keadilan.

Dalam konferensi pers refleksi akhir tahun yang digelar Selasa (30/12/2025), AKBP Otniel Siahaan yang didampingi Wakapolres Kompol Diarma Munthe dan Kasat Reskrim AKP Wilson Manahan, memberikan atensi serius pada kasus ini.

Kapolres memastikan tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum, meskipun terlapor merupakan seorang ASN.

“Terima kasih atas informasinya. Segera kami cek untuk laporannya dan akan segera diproses. Kami berjanji akan menindak tegas oknum yang melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut,” tegas AKBP Otniel di hadapan media.

Pelaku Mengelak dan Sebut Fitnah
Meski laporan resmi sudah masuk ke meja penyidik, pelaku MS alias B sempat membantah tuduhan tersebut saat dikonfirmasi. Ia berdalih bahwa kabar tersebut adalah fitnah dan mengklaim keluarga korban telah diusir oleh warga desa.

BACA JUGA :  Kapolres Samosir Cek Kendaraan Dinas dan Senpi, Pastikan Kesiapan Personel Layani Masyarakat dan Wisatawan

Namun, pihak keluarga korban tetap berdiri tegak pada laporan mereka, mengingat dampak psikologis besar yang dialami korban hingga sempat takut bersekolah. (Js)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights