Benhillpos.com | DAIRI – Situasi arus lalu lintas di Simpang Salak, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, tepatnya di persimpangan Jalan Medan–Sidikalang–Subulussalam Aceh, kembali menjadi sorotan pada Rabu (25/03/2026).
Arus kendaraan dari berbagai arah terpantau padat, bahkan cenderung semrawut pada jam-jam sibuk, sehingga mengakibatkan antrean panjang dan menghambat aktivitas masyarakat.
Ironisnya, di tengah kondisi lalu lintas yang padat tersebut, beberapa lampu lalu lintas (traffic light) pada jalur menuju arah Subulussalam dilaporkan tidak berfungsi. Matinya lampu merah ini semakin memperparah situasi, karena kendaraan dari berbagai arah saling berebut jalan tanpa kendali yang jelas.
Alih-alih mendapat pengaturan maksimal, kondisi di lapangan justru dinilai jauh dari harapan. Keberadaan petugas lalu lintas disebut belum mampu memberikan solusi nyata. Bahkan, muncul kesan bahwa kehadiran di lapangan hanya sebatas formalitas.
Salah seorang warga Simpang Salak, Rikson Sitorus, menyampaikan kritiknya kepada wartawan dengan nada kecewa.
“Kadang kita lihat, petugas datang cuma ambil foto atau video, sempat ngatur sebentar, habis itu selesai. Padahal kondisi lagi ramai. Jujur saja, kadang jadi lucu kita lihatnya, tapi ini kan soal keselamatan, bukan bahan konten,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang merasa pelayanan di lapangan belum menyentuh inti persoalan. Di saat lalu lintas membutuhkan kehadiran petugas yang sigap dan konsisten, yang terlihat justru sebaliknya – datang, dokumentasi, lalu pergi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kemacetan yang menjadi persoalan, tetapi juga potensi kecelakaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Persimpangan Simpang Salak sendiri merupakan salah satu titik vital penghubung antar daerah, sehingga kelalaian dalam pengaturan bisa berdampak luas bagi pengguna jalan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kapolres Dairi, Otniel Siahaan, melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan.
Masyarakat berharap ada langkah konkret, bukan sekadar kehadiran simbolis. Perbaikan lampu lalu lintas, penempatan petugas yang serius bekerja, serta pengawasan yang jelas menjadi hal mendesak yang harus segera dilakukan.
Karena pada akhirnya, masyarakat tidak butuh tontonan di jalan raya – yang dibutuhkan adalah pengaturan yang nyata. Jika tidak, maka kemacetan akan terus berulang, dan kepercayaan publik perlahan ikut “mati” seperti lampu merah di simpang tersebut. (JS).
















