DAERAH  

GMNI Dairi Gelar Aksi Simbolik di Depan Kantor Bupati, Tuntut Evaluasi Kinerja Satu Tahun Kepemimpinan

Oplus_16908288

Benhillpos.com | Sidikalang – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Dairi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Dairi, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (07/03/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik sekaligus tuntutan terhadap evaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dairi.

Sekitar sepuluh orang mahasiswa tampak melakukan aksi dengan cara yang cukup simbolik dan teatrikal. Para demonstran mengenakan sejumlah topeng yang menggambarkan sosok pemimpin daerah, termasuk topeng yang menyerupai Bupati Dairi Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala. Selain itu, beberapa mahasiswa juga menggunakan topeng berbentuk tikus yang kerap dimaknai sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Tak hanya itu, terdapat pula topeng manusia dengan wajah penuh warna merah menyerupai darah, yang dimaknai para demonstran sebagai gambaran penderitaan masyarakat yang menurut mereka belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Aksi teatrikal tersebut menjadi bentuk ekspresi kritik sosial yang ingin disampaikan mahasiswa kepada pemerintah Kabupaten Dairi.

Koordinator aksi yang juga Ketua GMNI Kabupaten Dairi, Andi Silalahi, dalam orasinya menyampaikan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk panggilan moral mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Ia menegaskan bahwa satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dairi perlu dievaluasi secara terbuka demi memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Menurut Andi, mahasiswa sebagai bagian dari elemen intelektual memiliki tanggung jawab historis untuk terus mengingatkan penguasa agar tidak melenceng dari tujuan utama pemerintahan, yakni menghadirkan kesejahteraan, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada rakyat kecil.

Dalam aksi tersebut, Andi turut didampingi oleh Sekretaris GMNI Kabupaten Dairi, Ilham Berampu, yang juga menyampaikan orasi di hadapan kantor bupati.

Ia menilai bahwa sejumlah program pemerintah daerah yang dijalankan selama ini belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Kita melihat bahwa banyak program yang dijalankan oleh Bupati Dairi dan Wakil Bupati belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Kami menilai kebijakan yang diambil lebih banyak mengarah pada kepentingan internal kekuasaan dibandingkan kepentingan rakyat,” ujar Ilham dalam orasinya.

Sebagai bagian dari aksi simbolik, para mahasiswa juga menaburkan air berwarna merah di depan kantor bupati. Air berwarna merah tersebut dimaknai sebagai simbol kehancuran dan penderitaan masyarakat yang menurut mereka lahir dari kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Aksi tersebut tidak hanya diwarnai dengan orasi dan simbol-simbol kritik, tetapi juga diisi dengan nuansa reflektif dan nasionalisme. Para mahasiswa secara bersama-sama menyanyikan Mars GMNI sebagai bentuk peneguhan identitas perjuangan organisasi. Mereka juga mengheningkan cipta untuk mengenang nilai-nilai perjuangan bangsa serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai penutup rangkaian aksi.

Melalui aksi ini, GMNI Kabupaten Dairi berharap pemerintah daerah dapat lebih terbuka terhadap kritik publik serta bersedia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan.

Bagi para mahasiswa, kritik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari proses demokrasi yang sehat demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan tertib dan tetap dalam pengawasan aparat keamanan. Sejumlah personel dari Kepolisian Resor Dairi dan Kepolisian Sektor Sidikalang tampak berjaga serta mengawal jalannya aksi guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan di lingkungan kantor bupati. ( JS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *