Benhillpos.com | DAIRI – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang kembali menjadi sorotan. Seorang korban kecelakaan lalu lintas, Yongki Sinulingga, warga Sumbul Karo, kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi, diduga mengalami keterlambatan penanganan rujukan meski kondisi dinilai membutuhkan tindakan cepat, Sabtu (21/03/2026).
Menurut keterangan Keluarga pasien, kecelakaan terjadi di wilayah Tiga Lingga. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, ironisnya, setelah tiba di IGD, pasien disebut harus menunggu lebih dari satu jam tanpa kepastian rujukan, padahal seluruh berkas administrasi telah disiapkan oleh pihak keluarga.
Lebih memprihatinkan lagi, satu unit ambulan disebut sudah siaga di lokasi, tetapi tak kunjung diberangkatkan.
Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Dairi, Robinson Simbolon, mengecam keras dugaan lambannya pelayanan tersebut. Ia menilai kondisi ini mencerminkan ketidakprofesionalan dalam penanganan pasien gawat darurat.
“Pasien sudah hampir satu jam menunggu. Semua persiapan sudah lengkap, tapi perawat yang menangani belum juga datang. Ini sangat kita sesalkan,” tegas Robinson.
Ia juga menyoroti absennya dokter saat kondisi mendesak, yang dinilai semakin memperparah situasi pasien. Menurutnya, dalam kondisi darurat, respon cepat adalah hal mutlak yang tidak boleh ditawar.
“Kalau menurut keterangan, dokter juga tidak berada di tempat saat itu. Ini sangat fatal. Pasien butuh segera dirujuk, bukan menunggu tanpa kepastian,” tambahnya.
Robinson mendesak manajemen RSUD Sidikalang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja IGD agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini harus dievaluasi total. Jangan sampai nyawa pasien dipertaruhkan hanya karena kelalaian pelayanan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sidikalang, dr. Benny Purba, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan tanggapan. (JS).
















