Kementerian Ekraf Dorong Peran Pemuda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Oplus_16908288

Benhillpos.com | Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor untuk memberdayakan generasi muda dalam mengalihkan potensi budaya, kreativitas, dan teknologi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru. Komitmen ini mengemuka dalam audiensi antara Kementerian Ekraf dan Kartini Heritage Center yang berfokus pada integrasi peran pemuda ke dalam program strategis nasional berbasis daerah.

“Kami menyambut baik inisiatif strategis ini karena energi perubahan bangsa selalu lahir dari tangan-tangan muda yang berdaya cipta. Ide ini sangat bagus dan memiliki banyak keterkaitan dengan ekosistem ekonomi kreatif. Kita akan diskusikan lebih lanjut dengan direktorat terkait mengenai apa yang bisa dikolaborasikan bersama,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekraf, Selasa (29/9).

Pertemuan ini membahas secara mendalam konsep _The Legacy Relay_ 2026 sebagai formulasi konkret dalam mentransformasi ide generasi muda menjadi karya produktif, pembukaan lapangan kerja, dan pertumbuhan usaha baru. Sinergi ini juga dirancang agar isu pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada wacana, melainkan menghasilkan keluaran intelektual dan program aksi yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif Indonesia didominasi oleh Gen Z dan Milenial. Generasi muda menyumbang sekitar 63 persen atau setara 17,26 juta orang dari total 27,40 juta tenaga kerja ekraf nasional. Potensi masif ini tersebar di 21 subsektor ekraf terbagi dalam empat klaster utama, yaitu Bidang Kreativitas Seni dan Budaya, Bidang Kreativitas Desain, Bidang Kreativitas Teknologi dan Digital, serta Bidang Kreativitas Media.

“Karena kegiatan _The Legacy Relay_ 2026 bersamaan dengan penyelenggaraan _World Conference on Creative Economy_ (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada tanggal 21–23 Oktober 2026 dengan mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity, kita dapat mengomunikasikannya lebih lanjut untuk melihat peluang kolaborasi dengan kegiatan WCCE,” tambah Menteri Ekraf.

Dalam momentum Sumpah Pemuda 2026, Yayasan Kartini Heritage Center bersama The Habibie Center akan menyelenggarakan _The Legacy Relay 2026_ Special Sumpah Pemuda Forum dengan pertanyaan utama “What Will Our Generation Leave Behind?”. Forum ini akan mempertemukan sekitar 200 peserta terkurasi lintas generasi untuk menggali dan meneruskan nilai perjuangan tiga tokoh nasional Indonesia, yakni Mohammad Hatta, R.A. Kartini, dan B.J. Habibie.

Melalui rangkaian “200 Voices – 200 Letters – 28 Selected Ideas – 1 Book – 3 First Actions”, para pemuda, profesional, akademisi, dan kreator didorong untuk berdialog, menuangkan gagasan, serta mentransformasikannya menjadi karya dan aksi nyata bagi masa depan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Menteri yang melihat potensi yayasan kami serta memberikan wadah dan peluang kesempatan berkolaborasi untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap ekonomi kreatif bisa terus mendukung kami karena ke depan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kemandirian ekonomi,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Kartini Heritage Center, Joddy Mulyasetya Putra.

Dalam audiensi Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif; Mohammed Ali Berawi; Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat; Direktur Fesyen, Iffah Saaidah; Direktur Konten Digital, Yuana Rohma Astuti; Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan & Koordinasi Daerah, Panji Purboyo. ( ** )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!