Benhillpos.com | DAIRI – Kepulan asap pekat membumbung tinggi di kawasan Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sabtu siang (16/05/2026), setelah satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kebakaran hebat.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar yang berupaya membantu proses penyelamatan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Menerima laporan sekitar pukul 13.30 WIB, personel UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi Pos Sidikalang bergerak cepat menuju lokasi kejadian hanya selang satu menit setelah informasi diterima.
Dua unit armada pemadam dengan kapasitas air mencapai 4.000 liter langsung diterjunkan guna mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar permukiman warga.
Setibanya di lokasi pada pukul 13.49 WIB, petugas mendapati kondisi rumah telah dipenuhi kobaran api dan sisa material bangunan yang terbakar. Dengan sigap, personel Damkar bersama warga berjibaku melakukan proses pemadaman sekaligus pendinginan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi, Amudi Parulian Situmeang, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.50 WIB dan situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya korban jiwa.
“Petugas bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Fokus utama kami adalah mencegah api merembet ke bangunan lain serta memastikan lokasi aman setelah proses pendinginan dilakukan,” ujarnya.
Rumah yang terbakar diketahui milik seorang warga bermarga Aritonang. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait.
Meski tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius pada bangunan rumah.
Di tengah situasi penuh kepanikan, semangat gotong royong masyarakat bersama petugas pemadam tampak begitu kuat.
Warga turut membantu proses evakuasi barang serta memastikan area sekitar tetap aman selama proses pemadaman berlangsung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat mempercepat penyebaran api. (JS).
















