Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Peternak, Pemdaprov Jabar Salurkan Bantuan ke KBB

Oplus_16908288

Benhillpos.com | KABUPATEN BANDUNG BARAT – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memperkuat fondasi peternakan rakyat guna menjaga ketersediaan pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana peternakan kepada Kelompok Ternak Sauyunan di Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/8/2026). Bantuan ini diserahkan langsung melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi Ahmad Gufron menuturkan, wujud bantuan yang disalurkan meliputi 195 ekor ayam pullet (ayam petelur siap produksi), 1,4 ton pakan ternak, serta paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK). Guna mendukung keberlanjutan usaha, Pemprov Jabar juga menyerahkan fasilitas pembibitan berupa satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir.

“Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang mandiri dan produktif,” kata Ahmad, Senin (10/8/2026).

Ratusan ekor ayam pullet tersebut diharapkan menjadi modal awal pengembangan populasi ayam petelur yang mampu memproduksi telur secara optimal, sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi anggota kelompok. Di sisi lain, dukungan pakan dan OVK dipastikan akan menjaga kesehatan dan efisiensi produktivitas ternak.

Penguatan fasilitas pembibitan di tingkat kelompok juga menjadi sorotan utama dalam intervensi ini. Dengan beroperasinya mesin tetas setter dan hatcher, Kelompok Ternak Sauyunan didorong untuk tidak hanya fokus pada produksi telur konsumsi, tetapi juga mampu menetaskan bibit secara terencana.

Kemandirian ini akan memangkas ketergantungan peternak terhadap pasokan bibit dari luar daerah, sekaligus memastikan ketersediaan bibit unggas yang berkualitas di masyarakat.

Pengembangan peternakan rakyat menempati posisi krusial dalam pembangunan sektor peternakan di Jawa Barat. Peternak skala kecil dan kelompok ternak adalah motor penggerak ekonomi perdesaan serta ujung tombak penyediaan protein hewani.

“Peningkatan kapasitas produksi telur lokal ini diyakini akan berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat dan pembentukan sistem rantai pasok pangan yang lebih tangguh,” ucap Ahmad.

Agar bantuan ini menjelma menjadi investasi produktif jangka panjang, UPTD BPPTU Jatiwangi akan terus melakukan pendampingan teknis dan pembinaan berkala terkait tata kelola kelembagaan, pencatatan usaha, biosekuriti, hingga strategi pemasaran.

Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan kelompok peternak ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem peternakan yang kuat dari hulu hingga hilir, demi mewujudkan peternakan Jawa Barat yang maju, mandiri, produktif, dan berkelanjutan untuk Jawa Barat Istimewa. ( ** )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!