STB HKBP dan DPD Batak Center Toba Kolaborasi Perdana Pembelajaran Antropologi

Oplus_16908288

Benhillpos.com | Laguboti – Sekolah Tinggi Bibelvrouw Huria Kristen Batak Protestan (STB HKBP) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Batak Center Kabupaten Toba dalam penyelenggaraan perkuliahan Antropologi dengan tema “Globalisasi, Identitas Budaya Batak Toba, dan Tantangan Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.”

Kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana antara kedua lembaga dalam memperkaya wawasan budaya dan spiritual mahasiswa, pada Jumat (13/3/2026)

Perkuliahan dibuka dengan doa serta umpasa yang dibawakan oleh Melisa Situmorang selaku pembawa acara (MC).

Dalam umpasa pembuka, ia menyampaikan:
“Pidong sitapi-tapi ma inna, habang di atas ni hauma. Horas jala Selamat Datang ma di hamu Bapak narasumbernami, suang songoni saluhut dongan mahasiswa.”

Suasana penyambutan semakin khidmat ketika para mahasiswa mempersembahkan koor yang syahdu sebagai ungkapan selamat datang kepada para narasumber.

Selain itu, mahasiswa juga menampilkan nyanyian dan tarian di sela-sela sesi pemaparan materi, sehingga kegiatan berlangsung hidup dan penuh nuansa budaya.

Ketua DPD Batak Center Kabupaten Toba, Ir. Tua Pangaribuan, M.Si, memaparkan materi utama terkait globalisasi dan identitas budaya Batak Toba. Dalam paparannya,

ia menekankan pentingnya menjaga kekayaan budaya Batak di tengah arus globalisasi, sekaligus memperkuat pengajaran iman di dalam keluarga sebagai fondasi karakter generasi muda.

Selanjutnya, Harapan Sibarani, S.S, selaku Sekretaris DPD Batak Center Kabupaten Toba, menyampaikan materi mengenai Aksara Batak Toba. Ia menjelaskan sejarah aksara Batak, kaidah penulisannya, serta pentingnya mempelajari aksara tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Batak.

Materi berikutnya disampaikan oleh Drs. M. Tansiswo Siagian, Wakil Ketua DPD Batak Center Kabupaten Toba, yang menekankan pentingnya etika, moral, dan karakter Habatahon bagi mahasiswa STB HKBP sebagai calon penginjil atau misionaris di masa depan.

Diskusi dipandu oleh Lilis Novianta Ciboro, mahasiswa semester II dari suku Batak Pakpak yang bertindak sebagai moderator. Antusiasme peserta terlihat dari sembilan mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan kepada para narasumber terkait materi yang disampaikan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif hingga akhir sesi. Penutupan acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari mahasiswa serta ucapan terima kasih kepada para narasumber.

MC menutup kegiatan dengan umpasa:
“Mangerbang ma bunga-bunga, dipartiur ni mataniari. Mauliate ma di haroro muna. Holan gok hata mauliate do sidohononnami.”

Sebagai bentuk apresiasi, STB HKBP menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para narasumber dan moderator. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bvr. Theresnaria Yuliatur Situmorang, S.Psi., M.Psi, selaku dosen pengampu mata kuliah Antropologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STB HKBP semakin memahami hubungan antara budaya Batak, iman, dan tantangan globalisasi, sehingga mampu menjadi pelayan gereja yang berakar pada nilai-nilai budaya sekaligus relevan dengan perkembangan zaman. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *